news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Spanyol.
Sumber :
  • REUTERS/Vincent West

FIFA Sanksi Denda Rp361 juta dan Penutupan Tribun Laga Kandang Spanyol Karena Chant Anti Muslim Vs Mesir

FIFA resmi menjatuhi sanksi pada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) berupa denda 20.000 dolar AS atau setara dengan Rp361 juta dan diwajibkan menutup sebagian tribun pada pertandingan kandang berikutnya.
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi memberikan sanksi pada Spanyol imbas chant anti muslim bernada Islamofobia saat laga uji coba internasional melawan Mesir pada Maret 2026 lalu. 

FIFA resmi menjatuhi sanksi pada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) berupa denda 20.000 dolar AS atau setara dengan Rp361 juta dan diwajibkan menutup sebagian tribun pada pertandingan kandang berikutnya.

Insiden tersebut terjadi di RCDE Stadium, Barcelona, ketika sejumlah suporter Spanyol meneriakkan chant dengan kalimat diskriminatif, “Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim,” sebanyak dua kali. 

Pihak stadion kemudian memberikan peringatan melalui pengeras suara dan menampilkan pesan di papan skor untuk mengingatkan penonton agar tidak melakukan tindakan diskriminatif.

Kasus itu semakin menjadi sorotan karena winger Spanyol, Lamine Yamal, merupakan seorang Muslim dan langsung mengecam perilaku suporter tersebut. Yamal menyebut aksi itu sebagai tindakan yang tidak menghormati dan tidak dapat ditoleransi, sekaligus menyebut pelakunya sebagai orang yang “bodoh dan rasis”.

Dilansir dari laman Arab News, FIFA kemudian menilai nyanyian tersebut sebagai tindakan diskriminatif berdasarkan Pasal 15 Kode Disiplin FIFA. 

Badan sepak bola dunia itu menolak argumen RFEF yang menyatakan kata “Muslim” bukan penghinaan serta menilai insiden seharusnya masuk Pasal 17 mengenai pesan politik, ideologi, agama atau ofensif.

Hukuman FIFA juga mencakup penutupan sedikitnya 15 persen kursi yang tersedia dalam laga persahabatan kandang Spanyol berikutnya. FIFA menegaskan istilah tertentu dapat menjadi bentuk diskriminasi apabila digunakan dalam konteks sebagai hinaan, ejekan atau penanda seseorang dianggap lebih rendah.

RFEF tidak tinggal diam dan berencana mengajukan banding ke CAS setelah upaya banding sebelumnya ditolak FIFA. Federasi Spanyol menilai mereka telah bertindak cepat untuk menghentikan perilaku tersebut dan berupaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral