- instagram Teja Paku Alam
Tembok Baja Itu Bernama Teja Paku Alam, Si Raja Clean Sheet Persib Bandung!
tvOnenews.com - Nama Teja Paku Alam kini identik dengan tembok kokoh di bawah mistar Persib Bandung. Julukan “Raja clean sheet” bukan datang tanpa alasan.
Sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, Teja tampil konsisten dan menjadi figur sentral di balik status Persib sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Ketangguhannya membuat lawan frustrasi, sekaligus mengantar Maung Bandung menyandang gelar juara paruh musim.
Sepak terjang Teja bersama Persib juga menarik karena lahir dari proses panjang. Kiper yang sempat kesulitan mendapatkan menit bermain itu kini menjelma menjadi pilihan utama Bojan Hodak.
Dari laga-laga krusial hingga duel panas kontra Persija Jakarta, Teja selalu hadir sebagai pembeda. Tak berlebihan jika banyak pihak menyebut performanya sebagai salah satu kunci stabilitas Persib musim ini.
Persib Juara Paruh Musim, Tembok Bernama Teja Paku Alam
Persib Bandung menutup putaran pertama Super League 2025/2026 sebagai juara paruh musim dengan catatan defensif impresif. Hingga pekan ke-17, Persib hanya kebobolan 11 gol dari 17 pertandingan, menjadikannya tim dengan pertahanan terbaik di liga.
Catatan tersebut sekaligus mengangkat nama Teja Paku Alam sebagai kiper dengan clean sheet terbanyak. Teja mencatatkan sembilan clean sheet dari 15 pertandingan yang ia jalani bersama Persib.
Angka ini menempatkannya di puncak daftar penjaga gawang nirbobol, unggul atas Mike Hauptmeijer (Bali United) dengan delapan clean sheet, serta Igor Rodrigues (Persita) dan Nadeo Argawinata (Borneo FC) yang sama-sama mencatat tujuh laga tanpa kebobolan.
- instagram Teja Paku Alam
Daftar clean sheet Super League 2025/2026 hingga paruh musim memperlihatkan ketatnya persaingan kiper. Namun, Teja tampil paling konsisten, bukan hanya dari jumlah nirbobol, tetapi juga dari kontribusi penyelamatan krusial di momen penting.
Clean Sheet Bonus, Kemenangan Tujuan Utama
Bagi Teja Paku Alam, statistik bukan segalanya. Ia menegaskan bahwa clean sheet hanyalah bonus, sementara kemenangan tim tetap menjadi prioritas. Hal itu ia sampaikan setelah Persib menang tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada pekan ke-17.
“Alhamdulillah kami bisa dapat tiga poin, terpenting adalah tim meraih kemenangan, kalau cleansheet mah bonus saja,” ujar Teja.
Di balik performa solidnya, Teja juga mengakui peran besar Bobotoh yang terus memberi dukungan langsung di stadion. Atmosfer pertandingan, menurutnya, menjadi energi tambahan bagi para pemain Persib.
“Perasaannya pasti senang lah, atmosfernya luar biasa, terima kasih Bobotoh yang sudah support kami secara langsung,” ucapnya.
Meski sukses mengantar Persib ke puncak klasemen paruh musim, Teja memilih tetap rendah hati. Ia menilai performa tim masih menyimpan banyak kekurangan dan perlu evaluasi serius menjelang putaran kedua.
“Ya Alhamdulillah patut kami syukuri kami berada di puncak, sekarang kami masih harus berbenah menatap putaran kedua,” kata Teja.
Dipuji Klub, Statistik Bicara
Penampilan Teja, khususnya saat menghadapi Persija Jakarta, menuai pujian langsung dari Persib Bandung. Melalui unggahan Instagram resmi klub pada Selasa (13/1), Persib menyoroti peran vital sang kiper.
“Teja Paku Alam kembali menjadi aktor di balik kemenangan Persib. Sejumlah penyelamatan krusialnya mampu menjaga kebobolan di pertandingan kontra Persija,” tulis Persib.
“Aksi Teja mengantarkan Persib meraih cleansheet ke-12 di musim ini dan menjadikan tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. The Wall Teja Paku Alam,” lanjut pujian tersebut.
Berdasarkan data dari laman resmi I League, Teja melakukan empat penyelamatan dalam laga kontra Persija dan total 36 penyelamatan dari 15 pertandingan sepanjang putaran pertama Super League. Statistik ini menegaskan perannya bukan sekadar berdiri di bawah mistar, tetapi aktif menyelamatkan Persib dari ancaman gol.
Profil Singkat Teja Paku Alam
Teja Paku Alam lahir di Painan, Sumatera Barat, dan kini berusia 31 tahun. Ia dikenal sebagai penjaga gawang dengan refleks cepat dan ketenangan tinggi.
Musim ini menjadi titik balik kariernya bersama Persib, setelah pada musim lalu hanya mencatatkan tujuh penampilan di semua kompetisi.
Di tengah persaingan ketat dengan kiper muda asal Inggris, Adam Przybek, Teja justru mampu mengamankan posisi utama. Konsistensinya membuat Bojan Hodak terus mempercayainya sebagai pilihan nomor satu di bawah mistar.
Persib sendiri dijadwalkan kembali bertanding pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 melawan PSBS Biak pada 25 Januari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), setelah libur hingga 15 Januari. Tantangan putaran kedua jelas lebih berat.
Pertanyaannya kini, mampukah Teja Paku Alam mempertahankan status Raja clean sheet dan membawa Persib menjaga peluang juara hingga akhir musim? Jawabannya patut dinantikan. (udn)