news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Thom Haye, Persib Bandung.
Sumber :
  • instagram Persib Bandung

Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Sejarah Baru di Super League 2025/26, Thom Haye: “Saya Tidak Peduli, Kami Juaranya”

Persib Bandung resmi menjadi juara BRI Super League 2025/2026. Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berubah menjadi lautan biru penuh emosi pada Sabtu sore, 23 Mei 2026. 
Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Persib Bandung resmi menjadi juara BRI Super League 2025/2026. Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berubah menjadi lautan biru penuh emosi pada Sabtu sore, 23 Mei 2026. 

Ribuan bobotoh yang memadati tribun bersorak histeris ketika peluit panjang dibunyikan. Meski laga kontra Persijap Jepara berakhir tanpa gol, hasil itu sudah cukup untuk memastikan Persib Bandung mencetak sejarah sebagai juara Indonesia Super League 2025/26.

Keberhasilan tersebut terasa begitu spesial karena Maung Bandung bukan sekadar mengangkat trofi. Tim asuhan Bojan Hodak sukses mencatat hattrick juara kasta tertinggi sepak bola nasional setelah sebelumnya menjuarai Liga 1 musim 2023/24 dan 2024/25.

Catatan ini membuat Persib menjadi klub pertama di Indonesia yang mampu meraih gelar liga tiga kali secara beruntun.

Drama perebutan gelar pun berlangsung hingga pekan terakhir. Di saat Borneo FC Samarinda berpesta gol 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Persib tetap mampu mempertahankan posisi puncak klasemen lewat hasil imbang kontra Persijap. Stadion GBLA pun bergemuruh ketika kepastian juara akhirnya menjadi milik Pangeran Biru.

Thom Haye Heran Persib Gagal Menang

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam laga penentuan tersebut. Pemain yang baru bergabung dengan Persib pada Agustus 2025 itu tampil sebagai motor permainan di lini tengah menggantikan peran Marc Klok yang absen akibat akumulasi kartu.

Sepanjang pertandingan, Persib tampil dominan dan terus menekan pertahanan Persijap Jepara. Peluang demi peluang diciptakan melalui kombinasi serangan Berguinho, Andre Jung, hingga sepakan jarak jauh Thom Haye. Namun rapatnya lini belakang Laskar Kalinyamat membuat Maung Bandung frustrasi.

Thom Haye bahkan mengaku bingung melihat timnya gagal mencetak gol meski terus menggempur pertahanan lawan sepanjang pertandingan.

Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Sejarah Baru di Super League 202526
Sumber :
  • instagram Persib Bandung

“Kami tahu kami bisa saja bermain imbang, tetapi kami saling mengatakan bahwa kami ingin menang (atas Persijap),” ujar Thom Haye kepada wartawan usai pertandingan.

“Anda saya tidak tahu bagaimana kami tidak menang. Saya rasa kami menembak 20 kali. Dan kemudian pada akhirnya saya tetap mengkhawatirkan dengan skor nol. Tapi saya tidak peduli, kami adalah juaranya,” lanjut pemain berusia 31 tahun tersebut.

Eks pemain SC Heerenveen itu juga menegaskan sejak awal seluruh pemain Persib sudah memiliki mental juara. Menurutnya, laga melawan Persijap menjadi puncak perjuangan tim sepanjang musim.

“Saya rasa sebelum pertandingan kami mengatakan: Kami bermain sepanjang musim untuk pertandingan ini. Semua orang tahu apa yang harus dilakukan, kami kuat. Tahun ini kami tidak kalah di kandang. Dan hari ini kami tidak kalah dan kami adalah juara,” tutur Thom Haye.

Sistem Head-to-Head Jadi Penentu Gelar

Persib menutup musim dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Jumlah tersebut sebenarnya sama ketatnya dengan pencapaian Borneo FC yang terus menempel hingga pekan terakhir kompetisi.

Namun regulasi head-to-head menjadi faktor penentu keberhasilan Persib mempertahankan posisi di puncak klasemen. Walaupun Borneo FC memiliki produktivitas gol lebih baik, Pesut Etam tetap kalah dalam rekor pertemuan langsung melawan Persib musim ini.

Dalam dua pertemuan sebelumnya, Persib berhasil meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang atas Borneo FC. Hasil itulah yang akhirnya menjadi pembeda dalam perebutan trofi Super League 2025/26.

Di sisi lain, Persijap Jepara juga layak mendapat apresiasi tinggi. Tim tamu tampil disiplin sepanjang pertandingan dan sukses membuat lini serang Persib frustrasi. 

Penampilan gemilang kiper Muhammad Nurdiansyah menjadi salah satu faktor utama gagalnya Persib mencetak gol.

Nurdiansyah tercatat melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-53 yang hampir membawa Persib unggul.

Persib Lengkapi Trofi Kesepuluh di Kompetisi Nasional

Keberhasilan musim ini semakin mengukuhkan status Persib sebagai salah satu klub terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Gelar Super League 2025/26 menjadi trofi kesepuluh Persib di kompetisi kasta tertinggi nasional.

Pada era Liga Indonesia, Persib sebelumnya sukses menjuarai Liga Indonesia 1994/95, Liga Super Indonesia 2014, Liga 1 2023/24, dan Liga 1 2024/25. Kini, trofi Super League 2025/26 melengkapi dominasi Maung Bandung dalam tiga musim terakhir.

Tak hanya itu, Persib juga memiliki sejarah panjang sejak era Perserikatan. Klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut pernah menjuarai Kejuaraan Nasional PSSI 1937, 1959/61, Perserikatan 1986, 1989/90, hingga 1993/94.

Pencapaian hattrick juara ini menjadi bukti konsistensi Persib dalam membangun tim yang kompetitif.

Dukungan bobotoh, tangan dingin Bojan Hodak, hingga kedatangan pemain berpengalaman seperti Thom Haye menjadi kombinasi sempurna yang membawa Maung Bandung kembali menorehkan tinta emas di sepak bola Indonesia. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral