- ANTARA/Zaro Ezza Syachniar
Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA
Ia kemudian menegaskan bahwa fokus utama tim harus tetap tertuju pada proses pengembangan performa dan hasil pertandingan berikutnya.
"Saya tetap mengingatkan, peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir. Jadi, kita harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 dunia."
Misi Mengakhiri Penantian 21 Tahun
Target masuk 100 besar FIFA memiliki makna khusus bagi sepak bola Indonesia. Pasalnya, terakhir kali Indonesia berada di kelompok tersebut terjadi pada Oktober 2005.
Saat itu Timnas Indonesia menempati posisi ke-98 dunia. Namun setelahnya, posisi Indonesia perlahan menurun dan tidak pernah lagi kembali ke jajaran 100 besar FIFA.
Artinya, sudah sekitar 21 tahun Indonesia berada di luar kelompok seratus tim terbaik dunia.
Karena itu, target yang dicanangkan Erick Thohir bukan sekadar soal angka dalam ranking internasional. Masuk ke 100 besar FIFA juga menjadi simbol kemajuan sepak bola nasional setelah melewati berbagai tantangan dalam dua dekade terakhir.
Peningkatan ranking FIFA juga dapat memberikan sejumlah keuntungan strategis. Selain meningkatkan citra sepak bola Indonesia di mata internasional, posisi yang lebih baik dapat memengaruhi pembagian pot dalam undian berbagai turnamen resmi sehingga peluang mendapatkan lawan yang lebih seimbang menjadi lebih besar.
Dengan kata lain, keberhasilan menembus 100 besar FIFA bukan hanya prestasi simbolis, tetapi juga dapat memberikan dampak kompetitif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan.
John Herdman Optimistis Garuda Bisa Terbang Lebih Tinggi
Di sisi lain, pelatih John Herdman menunjukkan keyakinan tinggi terhadap peluang Indonesia mencapai target tersebut pada tahun ini.
Optimisme itu muncul setelah melihat perkembangan performa tim dalam sejumlah pertandingan sepanjang 2026. Menurut Herdman, para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin baik saat menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
"Terlepas dari penambahan poin dan kenaikan peringkat, saya bangga dengan para pemain yang mampu beradaptasi menghadapi dua lawan yang berbeda karakter," kata Herdman.
Ia juga menilai kemenangan atas Oman dan Mozambik menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia kini semakin kompetitif ketika menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi.