- ANTARA/Zaro Ezza Syachniar
Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA
tvOnenews.com - Perjalanan Timnas Indonesia sepanjang 2026 mulai menunjukkan arah yang menjanjikan.
Setelah beberapa tahun berupaya memperbaiki posisi di peta sepak bola internasional, Skuad Garuda kini kembali memperlihatkan tren positif yang tercermin dari pergerakan mereka di Ranking FIFA.
Dua kemenangan beruntun dalam laga uji coba internasional menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus mendekati kelompok elite sepak bola dunia.
Hasil tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri para pemain, tetapi juga mempertegas bahwa proyek pembangunan tim nasional mulai menunjukkan hasil nyata di atas lapangan.
Di tengah peningkatan performa tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih untuk tidak cepat berpuas diri. Meski bersyukur atas lonjakan peringkat yang diraih Indonesia,
Erick menegaskan bahwa target sesungguhnya masih jauh lebih besar. Ia meminta pelatih John Herdman dan seluruh pemain Timnas Indonesia terus bekerja keras demi membawa Merah Putih kembali menembus 100 besar Ranking FIFA, sebuah pencapaian yang sudah lebih dari dua dekade tidak dirasakan Indonesia.
Indonesia Naik Empat Peringkat Berkat Dua Kemenangan Beruntun
Timnas Indonesia saat ini menempati posisi ke-118 dalam Ranking FIFA. Kenaikan tersebut diperoleh setelah Skuad Garuda sukses meraih dua kemenangan penting dalam agenda pertandingan internasional terbaru.
Indonesia lebih dulu menaklukkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0. Setelah itu, tim asuhan John Herdman kembali mencatat hasil positif dengan mengalahkan Mozambik 1-0.
Tambahan poin dari dua laga tersebut membuat Indonesia naik empat tingkat dari posisi sebelumnya yang berada di peringkat ke-122 dunia.
- Instagram @joeypelupessy
Pencapaian ini menjadi salah satu yang paling menonjol pada periode Juni 2026. Indonesia bahkan masuk dalam kelompok empat negara dengan peningkatan ranking FIFA paling progresif pada bulan ini.
Meski demikian, Erick Thohir mengingatkan bahwa kenaikan ranking hanyalah salah satu indikator perkembangan tim. Menurutnya, peringkat tidak selalu menjamin hasil akhir dalam sebuah kompetisi.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur, poin penuh di dua pertandingan kemarin memperbaiki peringkat kita. Terima kasih kepada seluruh suporter yang terus setia mendukung Timnas," kata Erick, Jumat (12/6/2026).
Ia kemudian menegaskan bahwa fokus utama tim harus tetap tertuju pada proses pengembangan performa dan hasil pertandingan berikutnya.
"Saya tetap mengingatkan, peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir. Jadi, kita harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 dunia."
Misi Mengakhiri Penantian 21 Tahun
Target masuk 100 besar FIFA memiliki makna khusus bagi sepak bola Indonesia. Pasalnya, terakhir kali Indonesia berada di kelompok tersebut terjadi pada Oktober 2005.
Saat itu Timnas Indonesia menempati posisi ke-98 dunia. Namun setelahnya, posisi Indonesia perlahan menurun dan tidak pernah lagi kembali ke jajaran 100 besar FIFA.
Artinya, sudah sekitar 21 tahun Indonesia berada di luar kelompok seratus tim terbaik dunia.
Karena itu, target yang dicanangkan Erick Thohir bukan sekadar soal angka dalam ranking internasional. Masuk ke 100 besar FIFA juga menjadi simbol kemajuan sepak bola nasional setelah melewati berbagai tantangan dalam dua dekade terakhir.
Peningkatan ranking FIFA juga dapat memberikan sejumlah keuntungan strategis. Selain meningkatkan citra sepak bola Indonesia di mata internasional, posisi yang lebih baik dapat memengaruhi pembagian pot dalam undian berbagai turnamen resmi sehingga peluang mendapatkan lawan yang lebih seimbang menjadi lebih besar.
Dengan kata lain, keberhasilan menembus 100 besar FIFA bukan hanya prestasi simbolis, tetapi juga dapat memberikan dampak kompetitif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan.
John Herdman Optimistis Garuda Bisa Terbang Lebih Tinggi
Di sisi lain, pelatih John Herdman menunjukkan keyakinan tinggi terhadap peluang Indonesia mencapai target tersebut pada tahun ini.
Optimisme itu muncul setelah melihat perkembangan performa tim dalam sejumlah pertandingan sepanjang 2026. Menurut Herdman, para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin baik saat menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
"Terlepas dari penambahan poin dan kenaikan peringkat, saya bangga dengan para pemain yang mampu beradaptasi menghadapi dua lawan yang berbeda karakter," kata Herdman.
Ia juga menilai kemenangan atas Oman dan Mozambik menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia kini semakin kompetitif ketika menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi.
"Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini, para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan."
Peluang Indonesia untuk terus mendulang poin FIFA masih terbuka lebar. Dalam enam bulan ke depan, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani agenda yang cukup padat, mulai dari Piala AFF 2026 yang berpotensi menghadirkan hingga enam pertandingan, FIFA ASEAN Cup sebanyak empat laga, hingga dua pertandingan uji coba internasional pada kalender FIFA periode November.
Dengan total sekitar 10 hingga 12 pertandingan yang masih akan dijalani hingga akhir tahun, peluang menambah poin ranking FIFA masih sangat besar.
Apabila mampu menjaga konsistensi performa dan meraih hasil positif dalam sebagian besar pertandingan tersebut, Indonesia berpotensi mewujudkan target masuk 100 besar dunia sebelum tampil pada Piala Asia 2027.
Kini, tantangan terbesar bagi John Herdman dan para pemain bukan lagi sekadar memperbaiki posisi ranking. Mereka juga dituntut menjaga momentum kebangkitan agar mimpi mengembalikan Indonesia ke jajaran 100 besar FIFA setelah penantian panjang selama 21 tahun benar-benar menjadi kenyataan. (udn)