news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

7 Fakta Rekam Jejak Zinedine Zidane Raja Liga Champions dan Kini Pimpin Timnas Prancis.
Sumber :
  • instagram Zinedine Zidane

Fakta Rekam Jejak Zinedine Zidane: Raja Liga Champions dan Kini Pimpin Timnas Prancis

Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps. Simak rekam jejak, filosofi kepelatihan, prestasi, hingga misi besarnya bersama Les Bleus
Selasa, 28 Juli 2026 - 18:38 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Era baru resmi dimulai di tubuh Timnas Prancis. Setelah hampir satu setengah dekade berada di bawah arahan Didier Deschamps, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) akhirnya menunjuk legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane, sebagai pelatih kepala baru Les Bleus. 

Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang yang selama beberapa tahun terakhir terus mengaitkan nama Zidane dengan kursi pelatih tim nasional.

Bagi publik sepak bola, Zidane bukan sosok asing. Ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah, sekaligus pelatih yang mampu mencatatkan prestasi luar biasa bersama Real Madrid

Kini, pria yang pensiun sebagai pemain pada 2006 itu mengemban misi baru: membawa Prancis kembali berjaya di panggung internasional, dimulai dari UEFA Nations League pada September dan berlanjut ke kualifikasi Euro 2028.

Melansir dari berbagai sumber, berikut fakta rekam jejak Zidane:

1. Rekam Jejak Zidane sebagai Pelatih Sulit Ditandingi

Karier kepelatihan Zidane memang belum panjang, tetapi pencapaiannya sudah menempatkannya di jajaran pelatih elite dunia.

Ia mengambil alih Real Madrid pada Januari 2016 dalam situasi yang tidak mudah. Namun hanya dalam hitungan bulan, Zidane langsung membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions musim 2015/2016.

Prestasi itu bukan sekadar keberuntungan. Di bawah arahannya, Real Madrid mencatat sejarah sebagai klub pertama yang mampu menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut pada era modern, yakni musim 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018.

Selain itu, Zidane juga mempersembahkan sederet trofi bergengsi lainnya, antara lain:

* 3 gelar Liga Champions UEFA.
* 2 gelar LaLiga Spanyol.
* 2 Piala Super Spanyol.
* 2 Piala Super Eropa.
* 2 Piala Dunia Antarklub FIFA.

Secara keseluruhan, Zidane mengoleksi 11 trofi hanya dalam dua periode melatih Real Madrid. Persentase kemenangannya juga berada di kisaran 65 persen, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.

Kemampuannya mengangkat performa tim dalam waktu singkat menjadi alasan utama Federasi Sepak Bola Prancis mempercayakan proyek baru kepadanya.

Zinedine Zidane Ditunjuk Sebagai Pelatih Timnas Prancis
Sumber :
  • REUTERS/Abdul Saboor/File Photo

2. Filosofi Kepelatihan yang Mengutamakan Pemain

Salah satu kekuatan terbesar Zidane bukan hanya soal taktik, melainkan kemampuannya membangun hubungan dengan para pemain.

Ia dikenal sebagai pelatih yang tidak terlalu membatasi kreativitas anak asuhnya. Sebaliknya, Zidane lebih fokus menciptakan lingkungan yang membuat para pemain nyaman sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.

Saat masih melatih Real Madrid, ia pernah menjelaskan filosofi tersebut.

"Modric tidak membutuhkan saya untuk mengajarinya cara mengoper bola. Ia sudah tahu bagaimana melakukannya. Namun, saya ada untuk memastikan ia berada di lingkungan dan posisi yang tepat agar menjadi versi terbaik dirinya."

Pendekatan tersebut dianggap sangat cocok diterapkan di level tim nasional yang memiliki waktu latihan relatif singkat dibanding klub.

Dengan skuad yang dipenuhi pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, William Saliba hingga Eduardo Camavinga, Zidane diyakini lebih berperan sebagai manajer yang mampu menyatukan karakter pemain daripada sekadar mengubah aspek teknis.

Dari sisi permainan, Zidane diperkirakan tetap mempertahankan formasi favoritnya, 4-3-3. Pola ini mengandalkan keseimbangan lini tengah, permainan cepat dari sisi sayap, serta memberi kebebasan kepada para penyerang untuk berkreasi.

3. Misi Besar Bersama Les Bleus Baru Dimulai

Penunjukan Zidane juga menjadi awal babak baru bagi Timnas Prancis setelah era panjang Didier Deschamps berakhir usai Piala Dunia 2026.

Agenda pertama yang langsung menanti adalah UEFA Nations League sebelum fokus beralih ke babak kualifikasi Euro 2028.

Meski demikian, perubahan besar dalam komposisi pemain diperkirakan tidak akan terjadi. Prancis masih memiliki fondasi skuad yang sangat kuat sehingga penyegaran kemungkinan hanya dilakukan pada beberapa posisi sambil memberi kesempatan kepada generasi muda.

Perubahan justru lebih banyak terjadi di jajaran staf pelatih. David Bettoni dipastikan menjadi asisten utama Zidane, sementara Hamidou Msaidie, Gregory Dupont, Fabien Barthez, dan Bernard Diomede diproyeksikan bergabung untuk memperkuat tim kepelatihan.

Menariknya, jabatan pelatih Timnas Prancis memang sudah lama disebut sebagai pekerjaan impian Zidane. Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, ia menolak berbagai tawaran dari klub-klub elite Eropa. 

Selama lima tahun terakhir, ia memilih menikmati waktu bersama keluarga, mengikuti perkembangan karier empat putranya, serta mengembangkan bisnis padel melalui perusahaan Z5.

Kini penantian itu akhirnya berakhir. Zidane memiliki kesempatan melengkapi karier gemilangnya, bukan hanya sebagai legenda pemain yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, tetapi juga sebagai pelatih yang diharapkan mampu mengantar Les Bleus meraih trofi internasional berikutnya.

Dengan pengalaman mengelola ruang ganti bertabur bintang, mental juara yang telah teruji, serta rekam jejak luar biasa di level klub, ekspektasi publik terhadap Zidane tentu sangat tinggi. 

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kesuksesan yang diraih bersama Real Madrid juga bisa diulang bersama Timnas Prancis di panggung sepak bola internasional. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:36
06:17
01:30
01:27
01:35
05:13

Viral