news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Persik Kediri

Profil Ezra Walian, dari Ajax Amsterdam ke GBK Pimpin Indonesia All-Star Lawan Aston Villa

Pelatih Indonesia All-Star, Kurniawan Dwi Yulianto, resmi menunjuk Ezra Walian sebagai kapten tim saat menghadapi Aston Villa.
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:01 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews - Pelatih Indonesia All-Star, Kurniawan Dwi Yulianto, resmi menunjuk Ezra Walian sebagai kapten tim saat menghadapi Aston Villa.

Menurutnya, penyerang berusia 28 tahun itu memiliki pengalaman serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin skuad berisi pemain-pemain terbaik Liga Indonesia.

Indonesia All-Star dijadwalkan menghadapi Aston Villa dalam laga pramusim yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu hari ini, 1 Agustus 2026.

Keputusan Kurniawan menunjuk Ezra Walian sebagai kapten menjadi salah satu sorotan. Pelatih yang juga merupakan legenda Timnas Indonesia itu menilai sosok Ezra mampu menjadi panutan bagi seluruh pemain di dalam maupun di luar lapangan.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Ezra dinilai memiliki pengalaman yang cukup panjang setelah pernah menimba ilmu dan bermain di Eropa sebelum melanjutkan karier di kompetisi sepak bola Indonesia.

Selain memiliki kualitas teknis, Kurniawan juga melihat Ezra sebagai pemain yang mampu menjaga komunikasi dengan rekan-rekannya. Karakter kepemimpinan itulah yang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kapten tim.

"Saya tahu Ezra pemain yang besar di Eropa, kemudian sudah terbiasa merasakan pertandingan yang tekanannya tinggi, berhadapan dengan tim-tim besar," ujar Kurniawan dalam konferensi pers.

Nama lengkapnya Ezra Harm Ruud Walian lahir di Amsterdam, Belanda, pada 22 Oktober 1997. Meski tumbuh dan besar di Negeri Kincir Angin, darah Indonesia mengalir dari sang ayah, Glenn Walian, yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

Kecintaan Ezra terhadap sepak bola sudah terlihat sejak usia dini. Ia mulai bermain sepak bola saat masih anak-anak dan mengikuti jejak sang ayah yang juga pernah aktif bermain di klub lokal Belanda.

Karier sepak bolanya dimulai di akademi HFC Haarlem sebelum melanjutkan pembinaan di AZ Alkmaar. Bakatnya yang menonjol membuat salah satu akademi terbaik dunia, Ajax Amsterdam, kepincut merekrutnya.

Perjalanan Ezra di Ajax menjadi titik penting dalam kariernya. Ia berkembang melalui berbagai kelompok usia dan sempat menjadi salah satu penyerang muda yang menjanjikan.

Namanya mulai mendapat perhatian luas saat membantu Ajax U-16 menjuarai Lion City Cup 2012 di Singapura. Pada turnamen tersebut, Ezra juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak meski harus bersaing dengan tim-tim muda elite seperti Manchester City dan FC Porto.

Perkembangannya berlanjut hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil bersama Jong Ajax pada kompetisi Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda pada 2016. Namun, persaingan ketat di Ajax membuat Ezra memilih mencari tantangan baru.

Setelah kontraknya berakhir pada 2017, ia bergabung dengan Almere City sebelum sempat dipinjamkan ke RKC Waalwijk. Meski memiliki kesempatan memperkuat Belanda di level kelompok umur, hati Ezra ternyata lebih dekat dengan Indonesia.

Ia tercatat pernah membela Timnas Belanda U-15, U-16, U-17 hingga U-19. Bahkan, Ezra sempat tampil pada ajang resmi UEFA bersama Timnas Belanda U-17. Namun, impiannya untuk membela Indonesia akhirnya menjadi kenyataan setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 18 Mei 2017.

Proses naturalisasi tersebut membuka jalan baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Tak lama setelah itu, Ezra mendapat kesempatan tampil bersama Timnas Indonesia U-22 era Luis Milla dan ikut mempersembahkan medali perunggu pada SEA Games 2017 di Malaysia.

Setelah meninggalkan Belanda, Ezra memutuskan melanjutkan karier di Indonesia bersama PSM Makassar pada 2019. Bersama Juku Eja, ia menunjukkan kualitasnya sebagai pemain depan yang mampu bermain di beberapa posisi. Setelah itu, Ezra melanjutkan petualangan bersama Persib Bandung pada 2021.

Selama memperkuat Persib, kontribusinya memang tidak selalu terlihat melalui jumlah gol. Namun kemampuan membuka ruang, membantu serangan, dan menciptakan peluang membuatnya tetap menjadi pemain penting dalam skema tim.

Pada 2024, Ezra bergabung dengan Persik Kediri. Bersama Macan Putih, performanya kembali menanjak. Bahkan, ia dipercaya mengenakan ban kapten berkat pengalaman dan pengaruhnya di ruang ganti.

Musim ini, pemain berusia 28 tahun tersebut mencatatkan enam gol dan sembilan assist dari 23 pertandingan. Statistik itu menunjukkan bahwa Ezra bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator serangan yang mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:51
04:45
01:30
01:23
06:42
38:14

Viral