- REUTERS/Andrew Boyers
Jadi Juara Asian Games 2026 Demi Bebas Wamil, Pemerintah Korea Selatan Ulas Kebijakan Regulasi Prestasi Atlet
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Korea Selatan berencana untuk mengulas kembali kebijakan regulasi bebas wajib militer bagi atlet berprestasi imbas keberhasilan medali emas cabang olahraga sepak bola Asian Games 2026.
Korea Selatan berhasil meraih medali emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jepang di Stadion Toyota, 3 Oktober 2026 lalu. Skor akhir 1-0 dicatatkan lewat gol semata wayang Eon Jisung.
Sayangnya, euforia dan selebrasi keberhasilan mempertahankan medali emas untuk empat edisi beruntun dinodai dengan pemain Timnas Korea Selatan U-23, Yang Min-hyuk dan Lee Ki-hyuk yang justru memamerkan privilese bebas wajib militer.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Kang Shin-chul secara tegas menyatakan pemerintah memiliki arah untuk mengakhiri hak istimewa prestasi atlet untuk bebas wamil tersebut secara bertahap.
Pemerintah berencana untuk mengurangi dan bahkan menghapus keistimewaan bebas wajib militer untuk atlet berprestasi.
"Tujuan Kementerian Pertahanan Nasional adalah untuk secara bertahap mengurangi dan akhirnya menghapus sistem pengecualian wajib militer untuk sektor seni dan olahraga," kata Kang Shin-chul dikutip dari laman Sports News, Kamis (8/10/2026).
Federasi Sepak Bola Korea Selatan kemudian meminta maaf atas perilaku sejumlah pemain tersebut dan berencana memperkuat pendidikan etika serta kewarganegaraan bagi para pemain tim nasional.
Polemik itu akhirnya berkembang menjadi perdebatan nasional mengenai apakah prestasi olahraga masih layak menjadi dasar pemberian perlakuan khusus dalam kewajiban militer.
Politikus Ahn Cheol-soo mengambil sikap lebih keras dengan meminta aturan tersebut dipertimbangkan untuk dihapus mulai Asian Games 2026. Ia juga meminta Presiden Lee Jae-myung mengambil keputusan karena aturan mengenai peraih emas Asian Games saat ini berada dalam peraturan pemerintah, bukan langsung dalam undang-undang.
Ahn menilai pencapaian para pemain memang patut diapresiasi, tetapi keuntungan tersebut tidak semestinya hanya berujung pada kepentingan pribadi.
"Medali emas sepak bola di Asian Games ini jelas merupakan prestasi yang berharga, prestasi ini seharusnya tidak menghasilkan keuntungan pribadi," kata Anh Cheol-soo.
Ia juga menyinggung persoalan keadilan karena pemuda Korea Selatan lainnya tetap harus menghadapi konsekuensi wajib militer terhadap pendidikan maupun karier mereka.
"Kita harus mempertimbangkan penghapusan hak istimewa pengecualian (wamil) mulai dari Asian Games ini," tegasnya.