- Doc.Dragan Djukanovic
Persebaya Buat Pelatih Serbia Jatuh Hati, Juru Taktik Kaya Pengalaman Eropa Akui Tertarik Tangani Bajul Ijo
Saat ini, Dragan Djukanovic diketahui menjabat sebagai pelatih kepala Maziya S&RC, klub yang berlaga di kasta tertinggi Liga Maladewa. Namun, ia mengakui bahwa tantangan profesional di negara kepulauan tersebut tidak sekompetitif dan tidak sehidup atmosfer sepak bola Indonesia.
Dragan bercerita bahwa kehidupan di Maladewa memang sangat indah secara personal, tetapi secara profesional terdapat banyak keterbatasan. “Asosiasi Sepak Bola Maladewa memiliki masalah besar, liganya bahkan tidak berjalan selama lebih dari setahun, sehingga kami hanya berpartisipasi di AFC Challenge Cup dan itu alasan utama saya datang ke sana,” ungkapnya.
- Doc.Dragan Dukanovic
Perbedaan budaya sepak bola menjadi alasan kuat lainnya yang membuat Dragan ingin kembali ke Tanah Air. Menurutnya, perbandingan antara sepak bola Maladewa dan Indonesia sangat jauh karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Perbandingan dengan Indonesia tidak bisa dilakukan karena sepak bola di Indonesia adalah jalan hidup, sementara di sana lebih sebagai hiburan,” jelas Dragan. Ia juga menyoroti aspek kebugaran dan pemahaman taktik pemain lokal Maladewa yang masih tertinggal dibandingkan pemain Indonesia.
“Pemain Maladewa sebenarnya berbakat, tetapi mereka berada di level rendah dalam hal fisik dan pemahaman taktik,” lanjutnya. Hal tersebut, menurut Dragan, sangat kontras dengan atmosfer sepak bola Indonesia yang penuh gairah dan sulit ditandingi.
Rekam jejak Dragan Djukanovic sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata karena ia memiliki pengalaman melatih di berbagai negara. Salah satu pencapaian membanggakan adalah saat membawa Sheikh Russell dari Bangladesh mencatatkan sejarah di kompetisi Asia.
“Bersama Sheikh Russell, saya menjadi pelatih pertama yang membawa klub Bangladesh lolos ke fase berikutnya di AFC Cup,” kenangnya. Pengalaman di level Eropa juga ia rasakan saat melatih klub-klub di Montenegro dan Serbia.
Ia pernah membawa Lovćen FC menjadi finalis Piala Montenegro, sebuah prestasi yang membuatnya dinobatkan sebagai pelatih terbaik di negara tersebut. Pengalaman Eropa lainnya datang saat ia menukangi OFK Belgrade pada musim 2008/2009 di ajang UEFA Intertoto Cup.