- YouTube/Umuh Muchtar 54
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI
tvOnenews.com - Tensi tinggi dalam laga El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menyisakan berbagai drama.
Meski Maung Bandung berhasil keluar sebagai pemenang lewat gol tunggal Beckham Putra, kemenangan tersebut dibayangi oleh insiden provokatif yang kembali mencuat ke permukaan.
Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh (pendukung Persib), saat berjalan menuju lorong stadion setelah pertandingan usai.
- YouTube/Umuh Muchtar 54 | Instagram/sousahpb15
Rekaman saat Sousa mengacungkan jari tengah itu terungkap lewat video yang diunggah oleh kanal YouTube milik manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar 54.
Sontak saja rekaman tersebut menjadi viral di kalangan komunitas penggemar Maung Bandung.
Tak sedikit akun fanbase yang menyoroti gestur provokatif pemain asal Brasil tersebut, sembari mengungkit kembali sanksi serupa yang pernah menimpa pemain Persib saat melakukan tindakan yang sama kepada lawan.
Ya, insiden yang dilakukan Van Basty Sousa seolah mengulang memori kelam yang pernah menimpa para pemain Persib Bandung pada musim 2023/2024.
Kala itu, Persib harus kehilangan pilar-pilar pentingnya akibat sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah terbukti melakukan gestur serupa di Stadion Manahan, Solo.
Ciro Alves, penyerang andalan asal Brasil, saat itu dijatuhi sanksi larangan bertanding sebanyak dua pertandingan dan denda sebesar Rp75 juta.
Alves kedapatan mengacungkan jari tengah ke arah penonton, usai laga kontra Persis Solo karena terprovokasi oleh sorakan suporter lawan.
Hukuman berat juga diterima oleh bek Persib, I Putu Gede Juni Antara. Putu Gede tidak hanya dihukum karena gestur jari tengah, tapi juga gerakan tambahan menendang pemain lawan, yang membuatnya dilarang tampil dalam empat pertandingan serta membayar denda Rp75 juta.
- Instagram/cirooficial | Instagram/putugedejuniantara123
Berkaca pada yurisprudensi hukuman Komdis PSSI tersebut, nasib Van Basty Sousa kini berada di ujung tanduk.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut menjadi bukti kuat yang sulit dibantah. Penggemar sepak bola Indonesia pun kini menunggu ketegasan PSSI dalam menegakkan regulasi Kode Disiplin.
Jika Sousa terbukti bersalah, gelandang asal Brasil tersebut terancam absen dalam beberapa laga krusial Persija di sisa musim 2025/2026.
Di sisi lain, ironisnya, atmosfer panas tidak hanya terjadi di dalam stadion. Gelandang Persib, Thom Haye, juga menjadi perhatian setelah mengungkapkan sisi gelap dari rivalitas ini melalui media sosialnya.
Haye mencurahkan keresahannya karena keluarganya mendapatkan pesan-pesan mengerikan berupa ancaman pembunuhan dari oknum tidak bertanggung jawab.
Hal itu tentu menambah daftar panjang masalah sportivitas yang masih menghantui sepak bola Indonesia, termasuk dalam laga klasik Persib dan Persija yang diketahui sudah menjadi musuh bebuyutan sejak puluhan tahun lalu.
Fenomena-fenomena yang terjadi saat dan sesudah laga Persib vs Persija menunjukkan bahwa meskipun kualitas teknis Liga Indonesia terus meningkat, kedewasaan emosional pemain dan suporter masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Sepak bola sejatinya adalah panggung prestasi, bukan ajang untuk meluapkan amarah yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. (ism)