- x.com/persib
Ketum Jakmania Angkat Bicara soal Teror Pembunuhan terhadap Thom Haye
tvOnenews.com - Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, angkat bicara menanggapi teror ancaman pembunuhan yang dialami gelandang Persib Bandung, Thom Haye, yang bahkan menyasar keluarganya.
Peristiwa tersebut terjadi usai laga bertajuk el classico Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Persib berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh Beckham Putra Nugraha pada menit ke-5.
Gol tersebut berawal dari kesalahan lini belakang Persija Jakarta. Bruno Tubarao gagal mengalirkan bola kepada Van Basty Sousa atau Rizky Ridho, sehingga Beckham dengan sigap melepaskan tembakan keras dari tengah lapangan yang tak mampu diantisipasi kiper Persija, Carlos Eduardo.
- x.com/persib
Sepanjang pertandingan, anak asuh Mauricio Souza terus memberikan perlawanan hingga wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-Jin, meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Namun, di balik kemenangan Persib, Thom Haye justru menjadi korban ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum suporter melalui media sosial.
Ancaman tersebut secara langsung menyasar anggota keluarganya dan langsung menyita perhatian publik pecinta sepak bola nasional.
Ancaman ini diduga berkaitan dengan gestur yang dilakukan Thom Haye seusai pertandingan. Insiden bermula setelah peluit akhir dibunyikan, ketika dua pemain asal Brasil dari masing-masing tim, Berguinho (Persib) dan Allano Lima (Persija), terlibat adu mulut. Keributan tersebut memicu aksi saling dorong antara pemain kedua tim.
Situasi memanas tersebut memancing reaksi Thom Haye. Meski sebelumnya sudah ditarik keluar oleh pelatih Persib, Bojan Hodak, Haye kembali memasuki lapangan dari bangku cadangan. Setelah sempat menyapa Rizky Ridho, ia terlihat melakukan gestur tangan menyerupai orang berbicara, tepat setelah Berguinho berhasil memisahkan Allano Lima.
Gestur tersebut membuat emosi Allano Lima semakin tersulut. Keributan pun kian memanas hingga melibatkan sejumlah ofisial tim. Bahkan, Bojan Hodak turun langsung ke lapangan untuk menenangkan Thom Haye dan meredakan situasi.
Tak lama setelah laga usai, Thom Haye mengungkapkan keterkejutannya melalui media sosial. Ia menyatakan bahwa dirinya dan keluarga menerima ancaman pembunuhan, sehingga merasa perlu menyampaikan pernyataan resmi melalui Instagram Story pribadinya.
"Saya sebagai seorang profesional bisa menerima banyak hal, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan ancaman pembunuhan dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu.” tulis Haye Instagram stories-nya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, menilai bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di sepak bola Indonesia.
- Instagram/thomhaye
"Kayaknya bukan terjadi di Thom Haye saja, banyak pemain-pemain sepakbola yang main di Liga Indonesia mengalami hal seperti itu, bahkan kemarin juga Allano perlakuan kurang enak di media sosial, artinya ini memang bukan masalah sepakbola, ini masalah bangsa sebetulnya," ungkapnya dilansir dari Youtube Liputan6.
Menurut Diky, persoalan ini berakar pada lemahnya edukasi dan literasi digital di masyarakat.
"Artinya edukasi dan literasi digital kita masih belum baik, jadi kita nggak bisa selalu nyalahin sepakbolanya. Mungkin pendidikan kita yang kurang, pengamanan kita terhadap media sosial juga masih kurang," tuturnya.
Lebih lanjut, Diky menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku ancaman demi memberikan efek jera.
"Karena memang harus ada efek jera juga sih, ketika ada orang sudah memberikan ancaman atau membuat tidak nyaman di sosial media, ya itu memang harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Tapi sekali lagi bahwa ini bukan hanya masalah suporter, tapi mungkin ini memang masalah bangsa karena kejadian seperti ini bukan hanya di sepakbola, banyak situasi sosial juga terjadi yang sama," pungkasnya. (ind)