news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Zah Rahan (kiri) saat memperkuat Sriwijaya FC.
Sumber :
  • ANTARA/R Rekotomo/Koz/pd/07

Padahal Hebat dan Diincar Klub Raksasa Persib Bandung dan Persija, Zah Rahan Tegas Menolak, Kenapa?

Zah Rahan Krangar, gelandang asing legendaris Liga Indonesia, pernah menolak tawaran bermain dari dua klub papan atas yakni Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Senin, 19 Januari 2026 - 14:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Zah Rahan Krangar tentu tak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia, khususnya yang mengikuti Liga Indonesia pada era 2000-an.

Gelandang serang asal Liberia ini dikenal memiliki kecepatan tinggi, visi bermain yang tajam, dan stamina luar biasa.

Di masanya, Zah Rahan bukan sekadar pemain asing biasa. Ia menjadi pemain asing pertama yang meraih gelar Best Player Liga Indonesia, saat memperkuat Sriwijaya FC pada musim 2007/2008.

Zah Rahan (kiri) saat memperkuat Madura United
Sumber :
  • Instagram @zkrangar10

Prestasi ini memecahkan dominasi pemain lokal yang selama ini selalu menduduki posisi tersebut.

Karier Zah Rahan di Indonesia dimulai pada 2004 bersama Persekaba Badung. Meski baru berusia 19 tahun, ia berhasil mencetak empat gol dalam satu musim, mulai mencuri perhatian klub-klub besar. Setahun kemudian, ia pindah ke Persekabpas Pasuruan.

Bersama tim ‘Sakera Warrior’, Zah Rahan tampil gemilang dengan 11 gol dari 24 pertandingan, bahkan membawa klub promosi itu menembus babak semifinal.

Prestasinya menarik perhatian Sriwijaya FC, yang merekrutnya pada 2007. Musim pertamanya di klub Palembang itu membuktikan kualitasnya: Zah Rahan menjadi tulang punggung lini tengah dan membawa tim meraih dua gelar bergengsi, yakni Liga Indonesia dan Copa Indonesia.

Penampilan cemerlangnya membuatnya dinobatkan sebagai Best Player Liga Indonesia 2007/2008, sekaligus membuka jalan bagi pemain asing lain bersinar di kompetisi Tanah Air.

Selain gemilang di klub, Zah Rahan juga membela tim nasional Liberia, mencatat 32 penampilan dan lima gol. Debutnya di kualifikasi Piala Afrika 2008 melawan Guinea Khatulistiwa langsung dihiasi satu gol meski timnya kalah.

Karier klubnya juga berwarna, termasuk Felda United (Malaysia), Madura United, PSS Sleman, hingga Persela Lamongan sebelum pensiun.

Tolak Persib Bandung dan Persija Jakarta

Meski punya reputasi mentereng, Zah Rahan pernah menolak tawaran dari dua klub papan atas Indonesia, Persib Bandung dan Persija Jakarta, yang dikenal memiliki rivalitas sengit. Pengamat sepak bola Tommy Desky sempat menanyakan keputusan tersebut:

"Itu ada dua klub besar lho itu, Persib dan Persija, kamu tolak?"

Zah Rahan menjelaskan alasannya menolak Persub Bandung, padahal sudah berhubungan baik dengan Umuh Muchtar.

"Iya, kalau Persib sudah lama (tawari) waktu saya main di Persikabpas, Persib mau saya, karena Umuh Muchtar, itu bapak yang sangat bagus, dia sering kasih saya uang," kenangnya tentang kebaikan manajer Persib, H. Umuh Muchtar.

"Iya pak nanti saya ikut (ke Persib), tapi sebelum liga habis, saya sudah tanda tangan kontrak baru, seperti itu," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pilihannya lebih condong ke Persipura Jayapura ketimbang Persib, Persija, atau Arema FC, bukan karena pertimbangan gaji.

Bersama Persipura, Zah Rahan meninggalkan jejak impresif dengan 80 penampilan dan 22 gol, membawa klub berjaya di Liga Indonesia.

Kini, meski sudah pensiun, warisan Zah Rahan tetap hidup. Ia dikenang sebagai gelandang asing legendaris yang mengubah sejarah Liga Indonesia dan memberi warna baru pada kompetisi Tanah Air. (asl/ind)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:03
04:31
01:12
00:56
05:51
04:43

Viral