- I.League
I.League Penuhi Panggilan Kementerian HAM RI Atas Kasus Rasisme pada Yakob Sayuri
Jakarta, tvOnenews.com - I.League memenuhi panggilan Kementerian HAM atas kasus rasisme yang dialami oleh Yakob Sayuri. Didampingi oleh PSSI, panggilan ini merupakan tindak lanjut dari aksi massa dari Barisan Trobos Malut United Jabodetabek.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pengaduan Marsinah Kantor KemenHAM RI, Jakarta, Rabu (21/1/20256) tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pelayanan & Kepatuhan HAM perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, dan I.League.
Dalam kesempatan tersebut, KemenHAM meminta penjelasan serta keterangan dari PSSI mengenai upaya yang telah dilakukan untuk menangani dan mencegah kasus rasisme serta bullying di lingkungan sepak bola.
Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM, Yos Nggarang menyebut sepak bola sudah seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan.
"Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Kami mengapresiasi komitmen PSSI & I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut," kata Yos Nggarang.
"PSSI dan I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying,” ujar Yos Nggarang.
Pertemuan ini turut dpandang I.League sebagai operator kompetisi untuk menyampaikan berbagai langkah preventif dan edukatif yang telah dijalankan sejak awal musim kompetisi.
Sejak awal musim, I.League secara aktif menginisiasi dan menjalankan kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism melalui berbagai pendekatan, mulai dari kampanye di media sosial, pesan visual di lapangan pertandingan, hingga aktivitas on-ground.
Selain itu, I.League juga menjalin kolaborasi strategis bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) guna memperluas jangkauan kampanye dan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan sepak bola terhadap pentingnya sportivitas dan sikap saling menghormati.
Ke depan, KemenHAM RI mengajak PSSI dan I.League untuk bersama-sama memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan jangkauan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih mendalam.
Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan terjadinya kasus serupa serta membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.