- PSG Official
Makin Dekat dengan Persib Bandung, Masa Lalu Layvin Kurzawa saat di PSG Terungkap
tvOnenews.com - Persib Bandung kian dekat mendatangkan Layvin Kurzawa sebagai tambahan penting di sektor bek kiri untuk musim baru Liga 1.
Nama besar mantan pemain Paris Saint-Germain itu diproyeksikan menambah pengalaman dan kualitas Persib, terutama menghadapi kompetisi domestik dan level Asia.
Namun, di balik reputasinya sebagai pemain Eropa berpengalaman, Kurzawa juga memiliki catatan disiplin yang sempat menjadi sorotan saat masih berseragam PSG.
Pada 2020, Layvin Kurzawa pernah dijatuhi sanksi berat berupa larangan bermain selama enam pertandingan.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia terlibat dalam keributan panas pada laga klasik antara Paris Saint-Germain melawan Olympique Marseille.
- Fulham.com
Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes itu memang diwarnai tensi tinggi sejak awal.
Situasi memanas jelang akhir laga, ketika sejumlah pemain dari kedua kubu terlibat bentrok fisik di lapangan.
Kurzawa menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari otoritas liga.
Ia dilaporkan melakukan tindakan menendang terhadap pemain Marseille, Jordan Amavi, yang kemudian menjadi faktor utama dalam keputusan hukuman.
Akibat insiden tersebut, Kurzawa menerima sanksi terberat di antara pemain PSG yang terlibat, yakni larangan bermain enam pertandingan.
Sementara itu, Jordan Amavi dijatuhi hukuman tiga laga, dan Neymar mendapat sanksi dua pertandingan.
Berdasarkan data Transfermarkt, hukuman tersebut berlaku mulai 14 September 2020 hingga 25 Oktober 2020, dengan total masa skorsing mencapai 42 hari.
Selama periode itu, Kurzawa harus melewatkan enam pertandingan penting bersama PSG.
Menariknya, insiden disiplin tersebut terjadi tak lama setelah Layvin Kurzawa menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun dengan PSG pada 29 Juni 2020.
Kala itu, keputusan PSG memperpanjang kontraknya sempat menuai tanda tanya, mengingat performa Kurzawa yang kerap naik turun serta riwayat cedera yang cukup panjang.
Sejak bergabung dengan PSG pada 2015, Kurzawa telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan di berbagai ajang, termasuk Ligue 1 dan Liga Champions.
Namun, ketersediaannya di lapangan sering terganggu oleh cedera, mulai dari masalah otot hingga kebugaran jangka panjang.
Jika resmi bergabung dengan Persib Bandung, Kurzawa tetap membawa nilai plus besar berupa pengalaman bermain di level tertinggi Eropa.
Jam terbangnya di laga-laga besar diyakini dapat membantu Persib, terutama dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Riwayat cedera yang cukup sering, ditambah catatan disiplin di masa lalu, menjadi catatan penting agar Kurzawa bisa tampil optimal dan konsisten di Indonesia.
Adaptasi terhadap karakter sepak bola Liga 1, termasuk atmosfer stadion dan tekanan suporter, juga akan menjadi faktor kunci kesuksesannya bersama Maung Bandung.
(tsy)