- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Shayne Pattynama Ungkap Sosok Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Kunci Transfernya ke Persija Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Shayne Pattynama sebagai pemain anyar Persija Jakarta menjadi salah satu sorotan pada putaran kedua Super League 2025/2026. Pemain Timnas Indonesia itu mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dengan Macan Kemayoran tidak diambil secara tiba-tiba.
Shayne mengakui sempat melakukan diskusi dengan Jordi Amat sebelum akhirnya mantap memilih Persija sebagai pelabuhan barunya. Komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pertimbangannya sebelum menerima tawaran klub ibu kota.
Kedekatan Shayne dan Jordi memang sudah terjalin sejak lama. Keduanya saling mengenal ketika sama-sama memperkuat Timnas Indonesia dalam beberapa agenda internasional.
Jordi Amat sendiri lebih dulu berseragam Persija Jakarta. Bek berpengalaman itu direkrut manajemen Macan Kemayoran pada awal musim Super League 2025/2026.
Shayne menyebut dirinya aktif bertanya kepada Jordi terkait situasi klub dan kehidupan di Jakarta. Ia ingin mendapatkan gambaran langsung dari pemain yang sudah lebih dulu merasakan atmosfer Persija.
Dari percakapan tersebut, Shayne mengaku mendapatkan banyak kesan positif. Jawaban Jordi Amat disebutnya sangat meyakinkan dan membuatnya semakin tertarik dengan Persija.
“Saya pertama berbicara dengan Jordi. Saya mengirim pesan kepada dia, kata saya, 'Hei, bagaimana di sana? Apa yang Anda rasakan?' Bahkan sebelumnya, seperti saat terakhir kali kami di timnas, saya sempat bertanya ke dia, 'Hei Anda suka Persija? Bagaimana situasi di sana?,” kata Shayne saat ditemui di Persija Training Ground, Selasa (27/1/2026).
“Dia (Jordi) hanya mengatakan hal-hal positif. Tentu saja Jakarta adalah kota yang menyenangkan untuk dihuni, dan klub itu sendiri, tim yang bagus, pemain-pemain yang bagus, dan semuanya bagus, maka sebelum itu saya sudah tahu ini (klub yang bagus)," tambahnya.
Selain berdiskusi dengan rekan setimnasnya, Shayne juga mencari informasi secara mandiri. Ia mengaku melihat berbagai konten tentang Persija melalui media sosial dan platform digital.
“Saat Persija menghubungi saya, saya melihat di video-video di Youtube. Dan kemudian setelahnya, (Rizky) Ridho juga mengirim pesan kepada saya. Ia seperti berkata,”Selamat datang,” ucap Shayne.
Proses kepindahan Shayne dari Buriram United ke Persija disebut berjalan cukup singkat. Ia menilai semua tahapan negosiasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Pemain kelahiran Lelystad, Belanda itu juga mengungkapkan bahwa faktor cedera serta regulasi pemain asing di Liga Thailand turut memengaruhi keputusannya. Kondisi tersebut membuatnya mempertimbangkan opsi kembali bermain di Indonesia.
“Dan setelah itu Persija menghubungi saya. Dan sebenarnya saya senang karena Persija adalah klub yang selalu ada di pikiran saya, jika saya pergi ke Indonesia, saya ingin pergi ke Persija. Mereka menghubungi saya dan akhirnya semua terjadi sangat cepat. Dan uh, saya bilang ke agen saya, "Ya, ini klub yang saya ingin bela." Dan setelah beberapa hari semuanya resmi dan saya datang ke sini. Jadi, itu uh... terjadi sangat cepat,” ucap pemain kelahiran Lelystad, Belanda itu.
Shayne juga menegaskan bahwa sebelum kesepakatan dengan Persija tercapai, dirinya tidak menerima tawaran konkret dari klub lain. Hal tersebut membuat langkah Persija terasa semakin spesial baginya.
“Saya dengar beberapa rumor atau semacamnya, tapi Persija sangat cepat. Mereka seperti, "Hei, kami benar-benar menginginkanmu." Dan mereka benar-benar punya rencana yang sangat bagus dengan saya, dengan klub, apa yang mereka inginkan. Dan saya sangat mempercayinya. Dan jelas saya tahu Persija adalah klub besar. Penggemarnya, Jakmania. Ini kehormatan besar bagi saya untuk bermain bagi Persija,” tutur eks KAS Eupen tersebut.
Kepindahan Shayne Pattynama ke Persija Jakarta pun diharapkan dapat menambah kekuatan skuad Macan Kemayoran. Kehadirannya juga dinilai mampu memberikan warna baru, baik di dalam maupun luar lapangan, seiring tingginya ekspektasi Jakmania terhadap musim ini.
(igp/rda)