- Instagram @malutunitedfc
Transformasi Wajah Maluku Utara di Sepak Bola Indonesia: Dari Persiter Ternate, Kini Bangkit Bersama Malut United
tvOnenews.com - Persiter Ternate bisa dibilang menjadi representasi wajah Maluku Utara di sepak bola Indonesia sejak akhir dekade 90-an hingga pertengahan 2000-an.
Saat itu, Persiter Ternate datang dengan status kuda hitam. Striker lincah Rahmat 'Poci' Rivai bersama detetan pemain asing pernah mewarnai Liga Indonesia.
Akan tetapi, wakil Maluku sempat lenyap dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah Persiter Ternate semakin terpuruk di Liga 4 Zona Provinsi Maluku Utara.
Namun kurang dari lima tahun terakhir, muncul pendatang baru yakni Malut United. Ambisi untuk mewakili nama besar Maluku Utara jadi alasan kehadiran mereka.
Bukan sekadar one season wonder saja, Malut United kini menjelma sebagai kekuatan baru di sepak bola Indonesia, bahkan bersaing di papan atas Super League.
Lalu, bagaimana transformasi wajah Maluku Utara di sepak bola Indonesia dari Persiter Ternate hingga kini Malut United?
- kieraha.com
Untuk membahas topik ini, terlebih dahulu dimulai dengan kiprah Persiter Ternate, representasi Maluku Utara yang sudah eksis sejak tahun 1958.
Bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, Persiter Ternate cukup ditakuti ketika bermain kandang. Salah satu penampilan heroik mereka terjadi pada Liga Indonesia 2006.
Ketika itu, Persipura Jayapura yang datang dengan status juara bertahan harus bertekuk lutut dari Persiter Ternate dengan keunggulan tiga gol tanpa balas.
Aksi memukau Persiter Ternate berlanjut pada musim 2007. Mereka sempat unbeaten hingga memuncaki klasemen grup wilayah Timur, namun kehabisan bensin di tengah kompetisi.
Dipimpin oleh bintang lokal Rahmat 'Poci' Rivai, sebetulnya Persiter Ternate masih berkesempatan tampil di Liga Indonesia 2008 yang saat itu berganti format.
Tapi cukup disayangkan, Persiter Ternate tak memenuhi salah satu kriteria yang ditetapkan PSSI yakni infrastruktur. Akibatnya, mereka gagal mentas di level tertinggi.
Klub kebanggaan warga Maluku Utara ini harus rela turun kasta berbarengan dengan kepergian Rahmat Rivai ke Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura yang justru panen gelar.
Kondisi Persiter Ternate kian memprihatinkan setelah adanya konstelasi pemilihan kepala daerah Maluku Utara pada 2008 yang membuat mereka mundur dari kompetisi.
Alhasil, Persiter Ternate harus memulai kiprah dengan merangkak dari level terendah yaitu Liga 4. Dari tingkat kompetisi ini saja, mereka kesusahan untuk bangkit lagi.
Dua dekade tidak ada wakil Maluku Utara di sepak bola Indonesia setelah Persiter Ternate, kini datang wajah baru yaitu Malut United yang berdiri pada 2023.
Malut United di Sepak Bola Indonesia
- Instagram - Malut United
Malut United hadir bukan dengan mengakuisisi Persiter Ternate. Mereka awalnya tumbuh dengan kerinduan akan sepak bola di tanah Maluku Utara.
Inisiasi dari David Glenn, manajer PT Mineral Trobos yang beroperasi di Maluku Utara membuat pembentukan klub baru berjalan dengan lancar.
Selain David Glenn, hadirnya Malut United juga dibantu oleh Dirk Soplanit, mantan Exco PSSI serta Asgar Saleh yang pernah menjabat sebagai manajer Persiter Ternate serta tokoh lainnya.
Disepakati bahwa Malut United akan mengakuisisi Putra Jombang FC atau Putra Delta Sidoarjo FC yang pada musim 2022 promosi ke Liga 2.
Saat itu, klub Putra Delta Sidoarjo FC akan dijual oleh pemiliknya menyusul ketidakjelasan mengenai waktu bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.
Sampai akhirnya Malut United merumput di Liga 2 pada musim itu. Diperkuat oleh jimat keberuntungan seperti Rival Lastori, Laskar Kie Raha sukses promosi ke Liga 1.
Memyambut penampilan perdana di Liga 1 pada 2024/2025, Malut United berbenah. Mereka masih bermarkas di Gelora Kie Raha sambil menunggu pembangunan stadion Malut United Arena di Sofifi rampung.
Belanja pemain gila-gilaan juga dilakukan. Sayuri bersaudara yakni Yakob dan Yance Wahyu Prasetyo dan Manahati Lestusen hingga deretan pemain asing berkualitas.
Datang dengan niat merepresentasikan wajah Maluku Utara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Malut United langsung finis di urutan ketiga pada musim pertamanya.
Banyak yang mempertanyakan apakah kejutan yang dibuat Malut United hanya bertahan singkat, sama seperti saudara dekatnya, Persiter Ternate.
Namun, penampilan luar biasa kembali ditampilkan Malut United pada Super League 2025/2026. Langkah awal belanja pemain tidak disia-siakan.
Bersama pelatih Hendri Susilo, Malut United bergerak cepat dengan membajak gerbong asing Persib Bandung yang juara liga pada dua edisi sebelumnya.
Tidak main-main, saat ini Malut United kembali berjuang di papan atas klasemen Super League, tepatnya di urutan keempat. Peluang juara juga masih terbuka.
Doa dan dukungan mengalir deras kepada Malut United khususnya dari warga Maluku Utara yang rindu akan tontonan sepak bola dari daerahnya setelah absen selama dua dekade.
(han)