- Official Persib
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Etik dan Disiplin Terbaru 1 April, Apakah Sanksi untuk Persib Pasca Kericuhan ACL 2 Sudah Keluar?
Jakarta, tvOnenews.com - AFC telah resmi mengumumkan kembali hasil sidang Kode Etik dan Disiplin pada Rabu (1/4/2026). Dalam hasil sidang tersebut, belum ada sanksi untuk Persib Bandung terkait kericuhan pascalaga kontra Ratchaburi FC di AFC Champions League Two (ACL 2).
Pertandingan leg kedua babak 16 besar ACL 2 antara Persib Bandung kontra Ratchaburi FC memang berjalan dengan tensi tinggi. Duel yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) itu tak hanya menyuguhkan persaingan sengit, tetapi juga berujung kericuhan setelah laga usai.
Dalam pertandingan tersebut, Persib berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol Andrew Jung pada menit ke-39. Namun, hasil itu belum cukup untuk mengantarkan tim berjuluk Maung Bandung melangkah lebih jauh karena kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand tersebut.
Sejak awal laga, atmosfer stadion sudah terasa sangat panas berkat dukungan luar biasa dari Bobotoh. Tekanan terus diberikan oleh tim tuan rumah demi mengejar ketertinggalan, tetapi upaya tersebut belum mampu mengubah hasil akhir.
- AFC
Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah keputusan kontroversial dari wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani. Salah satu momen yang memicu protes keras terjadi saat gol Persib dianulir, yang langsung mendapat reaksi dari pemain maupun suporter.
Situasi makin memanas ketika Uilliam Barros harus menerima kartu merah di tengah pertandingan. Keputusan tersebut dianggap memperkeruh suasana di lapangan yang sejak awal sudah berlangsung dalam tekanan tinggi.
Puncak insiden terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, ketika sejumlah oknum suporter masuk ke dalam lapangan. Mereka mencoba mendekati wasit sehingga aparat keamanan harus bergerak cepat untuk meredam situasi.
Tidak hanya invasi lapangan, aksi pelemparan botol serta petasan dari tribun turut memperburuk kondisi stadion. Demi menjaga keselamatan, wasit langsung diamankan, sementara tim Ratchaburi memilih segera meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
- Persib
Insiden tersebut sempat memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan hukuman dari AFC terhadap Persib Bandung. Banyak pihak menunggu kepastian terkait sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada klub asal Jawa Barat tersebut.
Dalam rilis terbaru hasil sidang Komite Etik dan Disiplin AFC tertanggal 1 April 2026, belum ada sanksi untuk Persib Bandung. Justru, hasil sidang tersebut menjatuhkan hukuman berat kepada pemain asal Turkmenistan, Selim Nurmyradov, yang terkena kasus doping.
Berdasarkan dokumen resmi, Selim Nurmyradov dinyatakan positif menggunakan zat terlarang bernama Meldonium. Oleh karena itu, pemain asal klub FK Altyn Asyr itu dianggap melanggar Pasal 6 Peraturan Anti-Doping AFC 2021, yang mengatur tentang keberadaan zat terlarang dalam sampel seorang atlet.
Dengan demikian, pemain berusia 30 tahun ini dijatuhi sanksi berupa larangan terlibat dalam segala jenis aktivitas sepak bola selama dua tahun. Hukuman ini dihitung mundur sejak 17 Desember 2025 atau saat suspensi sementara diberlakukan.
Sementara itu, Persib sebelumnya sudah mendapatkan sanksi pada 18 Maret 2026. Namun, sanksi tersebut diberikan kepada pemainnya, Uilliam Barros.
- Persib Bandung
Pemain asal Brasil itu dinilai melanggar Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC saat tampil dalam leg kedua babak 16 besar ACL 2 antara Persib Bandung menghadapi Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 di Stadion GBLA.
"Terdakwa dikeluarkan oleh wasit karena melakukan pelanggaran serius," bunyi pernyataan resmi AFC.
Insiden itu terjadi pada menit ke-45+6 ketika Uilliam Barros melakukan pelanggaran terhadap pemain Ratchaburi FC. Akibat tindakan tersebut, wasit tanpa ragu memberikan kartu merah sehingga Persib harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga peluit akhir.
Atas tindakannya, Barros dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Hukuman tersebut termasuk satu laga larangan otomatis sebagai konsekuensi langsung dari kartu merah yang diterimanya.
- tvOnenews/Dwi RB
Selain hukuman larangan tampil, Barros juga dikenakan denda finansial sebesar USD 1.500 atau sekitar Rp25 juta sebagai bagian dari sanksi disipliner.
Sementara itu, terkait insiden kericuhan yang terjadi setelah pertandingan berakhir, AFC hingga kini belum mengumumkan keputusan resmi. Publik pun masih menunggu kepastian mengenai kemungkinan sanksi lanjutan dari otoritas sepak bola Asia tersebut.