- Persija
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih pasang badan terkait kritik tajam yang mengarah kepada penjaga gawang muda Macan Kemayoran, Cyrus Margono. Ia menilai penilaian publik terhadap sang pemain masih terlalu dini dan belum mencerminkan kemampuan sebenarnya.
Sorotan tersebut muncul usai hasil kurang maksimal yang didapat Persija dalam pertandingan terakhir. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor tipis 2-3.
Dalam laga tersebut, Cyrus mendapat kepercayaan tampil sejak menit awal. Ia bahkan bermain penuh selama 90 menit dalam debut resminya bersama tim ibu kota.
Sayangnya, penampilan perdana itu tidak berjalan mulus. Gawang yang dijaganya harus kebobolan tiga kali, yang kemudian memicu berbagai reaksi dari publik sepak bola Tanah Air.
Tiga gol yang bersarang ke gawang Persija lahir dari skema bola mati dan permainan terbuka. Satu gol dicetak melalui eksekusi tendangan bebas Dendy Sulistyawan, sementara dua gol lainnya disarangkan oleh Moussa Sidibe.
Performa tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter. Tidak sedikit yang langsung meragukan kualitas kiper berusia 23 tahun tersebut setelah hanya satu kali tampil.
"Kami berlatih setiap hari untuk memperbaiki kesalahan. Saya harap Cyrus tidak dinilai hanya dari satu pertandingan," ujar Souza dalam konferensi pers jelang laga kontra Persebaya Surabaya, Jumat (10/4/2026).
Souza pun mencoba memberikan perspektif yang lebih luas terkait situasi tersebut. Ia menilai proses adaptasi pemain baru, apalagi dari luar negeri, tentu tidak bisa instan.
Cyrus sendiri diketahui baru bergabung pada paruh kedua musim ini. Sebelumnya, ia bermain untuk klub Kosovo, KF Dukagjini.
Bersama klub lamanya itu, Cyrus mencatatkan performa yang cukup menjanjikan. Ia tampil dalam 30 pertandingan dan berhasil mengoleksi 10 clean sheet.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan Persija merekrutnya. Manajemen dan tim pelatih melihat adanya potensi besar yang bisa dikembangkan lebih jauh.
"Dia adalah kiper dengan potensi luar biasa. Saya tidak melihat dia bermain seburuk yang dibicarakan orang," kata Souza.
"Memang ada beberapa bola yang bisa diselamatkan, tetapi dia juga melakukan penyelamatan sulit," sambungnya.