news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir di Tangerang.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Erick Thohir Akhirnya Angkat Bicara usai PSBS Tunggak Gaji 3 Bulan sampai Tidak Bisa Beli Air Minum, Singgung Dana Klub yang Naik Drastis

Erick Thohir buka suara soal tunggakan gaji pemain PSBS Biak selama 3 bulan. Ketum PSSI ini singgung NDRC dan kenaikan dana klub dari Rp5 M jadi Rp17 M.
Jumat, 17 April 2026 - 20:07 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya angkat bicara soal keterlambatan pembayaran gaji yang membuat pemain PSBS Biak sampai tidak bisa membeli air minum. Polemik tersebut muncul setelah beberapa pemain mengeluh di media sosial.

Erick Thohir menegaskan bahwa ekosistem sepak bola nasional sebetulnya sudah memiliki jalur resmi untuk menangani persoalan semacam ini. Ia menyebut keberadaan NDRC atau National Dispute Resolution Chamber sebagai lembaga yang berwenang menyelesaikan sengketa antara pemain dan klub.

"Sebenarnya kalau isu di persepakbolaan itu, penyelenggara liga sudah memiliki mekanismenya. PSSI juga sudah mempunyai payung hukum melalui NDRC (National Dispute Resolution Chamber)," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa operator liga yakni I.League juga telah menjalankan sistem pengawasan ketat terhadap seluruh klub peserta kompetisi. Salah satu instrumen pengawasan tersebut adalah mekanisme lisensi klub yang mewajibkan setiap tim memenuhi standar tertentu, termasuk aspek keuangan, sebelum diizinkan berlaga di liga resmi.

PSBS Biak Vs PSM Makassar
Sumber :
  • Instagram - PSM Makassar

Tak hanya itu, mantan Presiden Inter Milan ini juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam distribusi pendapatan kepada klub-klub peserta liga musim ini. Ia menyebut angka yang cukup mengejutkan sebagai bukti komitmen untuk memperkuat pondasi finansial klub-klub Indonesia.

"Dan sepengetahuan saya, ada mekanisme liga yang juga mengunci pendapatan klub. Karena sebelumnya liga memberikan pendapatan kepada masing-masing klub itu hanya sekitar Rp5 miliar, sementara tahun ini sudah meningkat menjadi sekitar Rp17 miliar," ujar dia.

Erick berharap kenaikan dana distribusi tersebut dapat menjadi solusi agar klub-klub lebih mampu memenuhi kewajibannya kepada para pemain secara tepat waktu. Menurutnya, kondisi perlindungan terhadap pesepak bola profesional saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun silam ketika belum ada mekanisme yang jelas.

Meski demikian, Erick memilih untuk tidak masuk terlalu jauh ke ranah teknis penanganan kasus ini. Ia menyerahkan penjelasan lebih rinci kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan langsung dalam persoalan tersebut.

"Nanti mungkin mekanismenya silakan ditanyakan langsung ke pihak liga dan juga ke NDRC," kata Erick.

Persoalan ini pertama kali mencuat ke permukaan setelah Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) membuka fakta mengejutkan pada Kamis, 16 April 2025. APPI mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji para pemain PSBS Biak telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.

APPI pun menyampaikan harapan agar masalah ini segera menemukan titik terang demi menjaga keberlangsungan iklim sepak bola Indonesia yang sehat. 

"Kami berharap seluruh kewajiban klub terhadap para pemain dapat segera diselesaikan demi menjaga iklim sepak bola Indonesia yang sehat dan profesional," tulis APPI dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui media sosial Instagram. (fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral