- tvOnenews-Bagas
Rumor Makin Panas, Ini Alasan Shin Tae-yong Bisa Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta usai Mauricio Souza Hengkang
Jakarta, tvOnenews.com - Rumor kedatangan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, ke Persija Jakarta terus menjadi pembahasan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional. Nama pelatih asal Korea Selatan itu mulai dikaitkan dengan Macan Kemayoran setelah kursi pelatih Persija resmi kosong jelang musim baru.
Situasi tersebut muncul usai manajemen Persija Jakarta memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza pada Selasa (26/5) malam WIB. Keputusan itu langsung memunculkan spekulasi mengenai sosok yang bakal dipercaya menukangi tim ibu kota musim depan.
Di tengah derasnya rumor yang beredar, nama Shin Tae Yong menjadi salah satu kandidat yang paling banyak dibicarakan. Mantan juru taktik skuad Garuda itu dinilai memiliki kapasitas besar untuk membawa Persija kembali bersaing di papan atas kompetisi.
Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Persija terkait kabar tersebut. Namun, isu kedatangan Shin Tae Yong masih terus berkembang dan memunculkan sejumlah fakta menarik yang layak diperhatikan.
Fakta pertama berkaitan dengan hubungan Persija bersama sponsor utama asal Korea Selatan, yakni Hyundai. Kedekatan tersebut disebut-sebut dapat membuka peluang lebih besar bagi Persija untuk mendekati Shin Tae Yong.
Hubungan komersial dengan perusahaan asal Korea Selatan itu dianggap bisa menjadi faktor penting dalam proses negosiasi. Kehadiran figur besar seperti Shin Tae Yong dinilai bukan hanya menguntungkan dari sisi teknis, tetapi juga memiliki nilai pemasaran yang tinggi bagi klub.
Selain itu, dukungan sponsor diyakini mampu membantu Persija dari sisi finansial apabila benar-benar ingin merekrut Shin Tae Yong. Dengan reputasi yang dimiliki sang pelatih, tentu kebutuhan biaya untuk mendatangkannya tidak akan kecil.
Fakta kedua adalah keberadaan sejumlah pemain Timnas Indonesia di skuad Persija. Kondisi tersebut dianggap membuat klub ibu kota menjadi tempat yang cukup ideal bagi Shin Tae Yong jika benar kembali melatih di Indonesia.
Nama-nama seperti Rizky Ridho dan Witan Sulaeman tentu sudah sangat memahami metode latihan serta filosofi permainan Shin Tae Yong. Keduanya pernah menjadi andalan sang pelatih saat membela Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.
Tidak hanya itu, Persija juga memiliki talenta muda potensial seperti Dony Tri Pamungkas. Pemain muda tersebut tampil impresif sepanjang musim lalu hingga sukses meraih penghargaan pemain muda terbaik Super League 2025/26.
Keberadaan pemain-pemain yang sudah familier dengan gaya kepelatihan Shin Tae Yong diyakini akan mempermudah proses adaptasi di lapangan. Hal itu tentu bisa membuat transisi taktik berjalan lebih cepat apabila dirinya benar-benar bergabung dengan Persija.
Fakta ketiga yang membuat rumor ini semakin kuat ialah rekam jejak Shin Tae Yong selama menangani Timnas Indonesia. Pelatih berusia 55 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Shin Tae Yong berhasil membawa Timnas Indonesia melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pencapaian itu sekaligus membuat skuad Garuda memastikan tiket otomatis ke Piala Asia 2027.
Tidak hanya itu, pada 2022 lalu Shin Tae Yong juga sukses mengantar Timnas Indonesia kembali tampil di Piala Asia setelah penantian selama 16 tahun. Prestasi tersebut membuat namanya mendapat tempat spesial di hati para pendukung sepak bola Tanah Air.
Selain dikenal dengan prestasinya, Shin Tae Yong juga identik dengan keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda. Hal itu terlihat jelas dari proses regenerasi skuad Timnas Indonesia selama dirinya menjabat sebagai pelatih kepala.
Sebelum menangani Timnas Indonesia, Shin Tae Yong juga memiliki pengalaman melatih di level klub bersama Seongnam Ilhwa, Brisbane Roar, hingga Ulsan Hyundai. Dengan pengalaman dan reputasi tersebut, tidak heran apabila rumor kedatangannya ke Persija Jakarta kini terus menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
(igp/rda)