- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan
Jakarta, tvOnenews.com - Persib tengah menghadapi situasi sulit setelah FIFA resmi menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada klub berjuluk Maung Bandung tersebut. Manajemen kini dituntut bergerak cepat agar hukuman itu tidak mengganggu persiapan tim menyambut musim baru.
Kabar ini datang hanya beberapa saat setelah Persib merayakan keberhasilan besar di kompetisi Super League musim 2025/2026. Tim kebanggaan Jawa Barat itu baru saja mencatat sejarah dengan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun.
Di tengah suasana penuh kebanggaan yang dirasakan Bobotoh, munculnya sanksi dari FIFA langsung menjadi pukulan telak. Euforia kemenangan perlahan berubah menjadi kekhawatiran terkait masa depan skuad untuk musim depan.
Nama Persib Bandung resmi tercantum dalam FIFA Registration Ban List yang dirilis pada akhir Mei 2026. Daftar tersebut memuat klub-klub dari berbagai negara yang sedang menjalani hukuman larangan mendaftarkan pemain baru.
Berdasarkan dokumen FIFA, sanksi terhadap Persib mulai berlaku sejak 29 Mei 2026. Hukuman itu berlaku untuk tim putra, baik di level senior maupun kelompok usia muda.
Artinya, Persib tidak dapat mendaftarkan pemain anyar selama status sanksi tersebut masih aktif. Baik pemain lokal maupun asing belum bisa didaftarkan untuk tampil di kompetisi resmi.
Sanksi embargo transfer seperti ini umumnya berkaitan dengan persoalan administratif atau sengketa finansial. Kasus yang paling sering terjadi biasanya menyangkut tunggakan pembayaran gaji, kompensasi transfer, hingga pelanggaran kontrak kerja sama.
Hingga saat ini belum ada penjelasan rinci mengenai sumber utama persoalan yang menimpa Persib. Namun, status hukuman bertuliskan until lifted menunjukkan sanksi hanya akan dicabut setelah masalah yang disengketakan benar-benar diselesaikan.
Situasi tersebut membuat manajemen Persib harus segera mengambil langkah konkret. Penyelesaian kewajiban finansial menjadi jalan tercepat agar nama klub bisa keluar dari daftar sanksi FIFA.
Selain itu, komunikasi dengan pihak yang mengajukan sengketa juga menjadi hal penting yang harus dilakukan. Kesepakatan damai dan penyelesaian administrasi secara profesional dapat mempercepat proses pencabutan hukuman.
Jika persoalan tidak segera dibereskan, Persib berpotensi mengalami kesulitan besar dalam menyusun skuad musim depan. Padahal, sebelumnya Maung Bandung disebut sedang aktif mencari tambahan pemain untuk memperkuat kedalaman tim.
Kasus yang dialami Persib sebenarnya bukan pertama kali terjadi di sepak bola Indonesia. Persija Jakarta pernah menghadapi situasi serupa pada awal 2024 setelah masuk daftar sanksi FIFA akibat persoalan administrasi transfer pemain.
Saat itu, manajemen Persija langsung bergerak cepat menyelesaikan seluruh kewajiban yang menjadi sumber masalah. Klub ibu kota tersebut akhirnya berhasil keluar dari daftar sanksi FIFA setelah proses pembayaran dan administrasi dinyatakan tuntas.
Pengalaman Persija bisa menjadi pelajaran penting bagi Persib dalam menghadapi situasi saat ini. Kecepatan manajemen dalam mengambil keputusan akan sangat menentukan nasib Maung Bandung menjelang musim baru.
Bobotoh kini berharap manajemen tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Sebab, ambisi mempertahankan dominasi di kompetisi domestik bisa terganggu jika Persib gagal keluar dari jeratan sanksi sebelum bursa transfer ditutup.
(sub)