- Media Persib Bandung
Daisuke Sato Akhirnya Buka Suara setelah Persib Kena Larangan FIFA, Eks Maung Bandung Tegaskan Hal Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pemain Persib Bandung, Daisuke Sato, akhirnya buka suara setelah namanya terseret dalam polemik larangan registrasi pemain baru dari FIFA untuk Maung Bandung. Bek asal Filipina itu merasa perlu memberi klarifikasi karena kritik publik mulai mengarah kepadanya.
Persib Bandung tengah menjadi perhatian setelah masuk dalam FIFA Registration Ban List pada akhir Mei 2026. Situasi tersebut membuat Maung Bandung untuk sementara tidak bisa mendaftarkan pemain baru sampai persoalan yang menjadi dasar sanksi diselesaikan.
Nama Daisuke Sato kemudian muncul karena kasus ini berkaitan dengan sengketa kontrak setelah kerja samanya dengan Persib berakhir lebih cepat. Pemain bernama lengkap Daisuke Caumanday Sato itu menegaskan bahwa larangan FIFA tersebut bukan muncul karena laporan baru darinya.
“Saya ingin mengklarifikasi diskusi baru-baru ini mengenai larangan registrasi FIFA yang dijatuhkan pada PERSIB Bandung," tulis Sato dalam Instagram Story-nya pada Sabtu (30/5/2026).
“Masalah ini bukan hasil dari pengaduan baru atau tindakan baru-baru ini dari pihak saya. Ini berkaitan dengan perselisihan kontrak antara PERSIB Bandung dan saya sendiri, Daisuke Caumanday Sato, menyusul pemutusan kontrak saya pada tahun 2023," lanjutnya.
Sato menjelaskan bahwa sejak awal dirinya berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Namun, situasi kontrak yang terjadi saat itu membuatnya merasa harus menempuh jalur hukum untuk melindungi hak sebagai pemain.
“Sejak awal, saya mencoba menangani situasi ini secara profesional dan melalui saluran yang tepat. Sayangnya, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, dan situasi yang saya alami, saya tidak punya pilihan masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," katanya.
Kasus tersebut kemudian diproses melalui badan sepak bola dan jalur hukum yang berwenang. Menurut Sato, keputusan yang keluar pada akhirnya memperkuat posisinya dalam sengketa tersebut.
“Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan hukum yang berwenang. PERSIB Bandung memilih untuk menantang masalah tersebut melalui prosedur yang tersedia. Setelah melalui semua tahapan proses, keputusan-keputusan tersebut memperkuat posisi saya," ujarnya.