- Dewa United
Rafael Struick Ceritakan Pengalaman Bermain di Indonesia, Ungkap Tantangan Terberat Bersama Dewa United
tvOnenews.com - Rafael Struick mengungkap pengalamannya beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia sejak bergabung dengan Dewa United. Penyerang berusia 23 tahun itu mengaku menikmati kehidupannya di Tangerang, meski harus menghadapi sejumlah tantangan saat bermain di laga tandang.
Rafael Struick menjalani musim 2025/2026 bersama Dewa United dengan catatan yang belum terlalu menonjol. Ia tampil 24 kali di BRI Super League dan AFC Challenge League dengan total 713 menit bermain. Dari kesempatan tersebut, Struick baru mencatatkan satu gol dan satu assist.
Minimnya menit bermain di level klub juga membuat Struick semakin sulit kembali ke Timnas Indonesia era kepelatihan John Herdman. Ia terakhir kali memperkuat skuad Garuda pada 20 Maret 2025 ketika menjadi starter dalam kekalahan 1-5 dari Australia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
- Instagram @rafaelstruick
Di tengah situasi tersebut, Struick menceritakan bagaimana dirinya menjalani musim pertama di Indonesia bersama Dewa United. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri karena sebelumnya lebih banyak berkarier di Belanda.
"Musim pertama saya, tentu saja sedang beradaptasi karena saat itu sedang tinggal di Indonesia pertama kalinya," ungkapnya dilansir dari kanal YouTube VINDES.
Meski membutuhkan penyesuaian, Struick mengaku cukup menikmati kehidupan barunya di Tangerang, khususnya kawasan BSD yang menjadi tempat tinggalnya.
"Sejujurnya, saya suka di Dewa United, saya juga menyukai kawasan BSD, Tangerang, menurut saya, tinggal di Tangerang itu enak," tuturnya.
Namun, pengalaman berbeda ia rasakan ketika harus menjalani pertandingan tandang. Menurut Struick, perjalanan menuju markas lawan menjadi salah satu tantangan terbesar selama bermain di Liga Indonesia.
"Sejujurnya, menurut saya, yang paling berat adalah pertandingan tandang, karena terkadang sampai, agak berbeda, jauh sekali, terkadang mungkin ada fasilitas yang lebih buruk," ujarnya.
Struick menyadari bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari pengalaman bermain sepak bola di Indonesia. Baginya, berbagai perbedaan fasilitas dan situasi pertandingan membuat dirinya harus terus beradaptasi.
"Tentu saja, itu semua bagian dari itu, tapi bagi saya itu pertama kalinya. Jadi, banyak penyesuaian yang dilakukan, tapi sejauh ini saya senang," kata Struick.