- Persija
Bukan karena Kualitas, Persija Ungkap Alasan Berat Lepas Gustavo Almeida Jelang Super League 2025-2026
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta melakukan perubahan besar terhadap komposisi lini serangnya menjelang Super League 2026/2027. Macan Kemayoran resmi mengakhiri kebersamaan dengan striker asal Brasil, Gustavo Almeida.
Kepergian Gustavo diumumkan Persija pada Selasa (25/8/2026). Pemain berusia 30 tahun itu tidak akan menjadi bagian dari skuad yang dipersiapkan Shin Tae-yong untuk mengarungi kompetisi musim baru.
Berakhirnya perjalanan Gustavo membuat wajah lini depan Persija berubah cukup drastis. Apalagi, tim ibu kota sebelumnya juga mengambil keputusan terkait masa depan Mauro Zijlstra.
Mauro tidak masuk dalam rencana jangka pendek Macan Kemayoran dan dipinjamkan ke Arema FC. Penyerang Timnas Indonesia tersebut diharapkan mendapatkan menit bermain lebih banyak selama menjalani masa peminjaman bersama Singo Edan.
- Persija Jakarta
Di tengah kepergian dua penyerang tersebut, Persija sudah menghadirkan sosok baru sebagai bagian dari penyegaran tim. Alexander Jeremejeff didatangkan dengan membawa pengalaman panjang bermain di sejumlah kompetisi Eropa.
Perubahan tersebut menunjukkan Persija sedang menyusun ulang kekuatan sektor penyerangan. Meski demikian, melepas Gustavo diakui bukan keputusan sederhana mengingat kontribusi yang telah diberikan sang pemain.
Manajer Persija, Marsda TNI (Purn.) Ardhi Tjahjoko, memastikan klub tetap menghargai perjalanan Gustavo selama berada di Jakarta. Kontribusi sang striker menjadi salah satu alasan perpisahan tersebut terasa berat bagi Macan Kemayoran.
Namun, kebutuhan untuk membangun lini serang yang berbeda membuat perubahan tetap dilakukan. Persija ingin mendapatkan tingkat ketajaman yang lebih baik ketika kompetisi 2026/2027 dimulai.
- Persija
"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang. Kami semua tahu kualitas Gustavo sehingga sebenarnya sulit untuk melepasnya," ujar Ardhi dalam keterangan resmi klub.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gustavo selama berseragam Persija, dan semoga terus menunjukkan kualitas terbaik di tim barunya. Di sisi lain, kami terus membangun ketajaman lini depan yang lebih baik untuk menyambut musim depan," tambahnya.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri periode Gustavo sebagai salah satu sumber gol utama Persija. Sejak datang pada pertengahan musim 2023/2024, dirinya perlahan mendapatkan peran penting di lini depan.
Catatan individunya menunjukkan besarnya kontribusi yang pernah diberikan kepada Macan Kemayoran. Gustavo membukukan 34 gol dan dua assist dari total 65 penampilan bersama Persija.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Produktivitas tersebut masih terlihat pada musim 2025/2026. Gustavo mampu mencetak 11 gol dan memberikan satu assist meski hanya tampil dalam 20 pertandingan.
Ketergantungan terhadap Gustavo memang cukup terasa selama beberapa musim terakhir. Karena itu, kepergiannya membuat Persija harus memastikan sumber gol tidak menghilang ketika musim baru dimulai.
Sebenarnya, Macan Kemayoran masih memiliki Eksel Runtukahu yang mulai memperlihatkan kontribusinya pada musim lalu. Dalam musim pertamanya bersama Persija, Eksel mengemas enam gol dan tiga assist dari 23 pertandingan.
Namun, Persija tampaknya tidak ingin hanya mengandalkan komposisi yang sudah ada. Kedatangan Jeremejeff menjadi langkah besar klub untuk menghadirkan sosok baru yang bisa menjadi titik utama serangan.
Striker asal Swedia tersebut memiliki rekam jejak panjang sebelum memilih melanjutkan kariernya di Indonesia. Ia pernah berkarier di Swedia, Jerman, Belanda hingga Yunani dan juga sempat mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Swedia.
Shin Tae-yong pun memberikan penilaian positif terhadap rekrutan barunya tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu berharap Jeremejeff mampu menjawab kekhawatiran mengenai kekuatan Persija di posisi penyerang.
"Dia adalah seorang striker yang cukup bagus. Saya rasa dengan hadirnya Alex, masalah di posisi striker yang dikhawatirkan oleh para pendukung kami dapat teratasi," kata Shin Tae-yong dalam keterangan resmi Persija.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya ekspektasi terhadap Jeremejeff. Penyerang berusia 32 tahun itu berpeluang memiliki peran sentral dalam skema permainan yang sedang dibangun Shin Tae-yong.
Kehadiran Jeremejeff sekaligus membuat persaingan di sektor depan memasuki babak baru. Persija kini harus menemukan formula serangan yang tidak lagi bergantung kepada produktivitas Gustavo seperti beberapa musim terakhir.
Perubahan tersebut juga terjadi ketika Shin Tae-yong sedang membentuk karakter permainan Macan Kemayoran. Persija sebelumnya menjalani pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi.
Kini, pekerjaan Persija adalah memastikan perubahan personel tidak mengurangi daya gedor mereka. Jeremejeff dan para penyerang yang tersisa bakal memikul tanggung jawab untuk menggantikan puluhan gol yang sebelumnya disumbangkan Gustavo.
Sementara bagi Gustavo, perpisahan ini menutup salah satu periode penting dalam kariernya di Indonesia. Catatan 34 gol dari 65 pertandingan menjadi warisan sang bomber sebelum Persija memulai era baru di lini depan pada musim 2026/2027. (igp/fan)