news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direksi PT Liga Indonesia Baru.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

‎Hasil RUPS I.League: Zainudin Amali Mundur, Nama Yunus Nusi Komisaris Utama Hingga Eks Bos Persib Masuk Jajaran Direksi

Salah satu perubahan paling mencolok terjadi perubahan pada posisi Komisaris Utama I.League yang sebelumnya ditempati Zainudin Amali.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:47 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - I.League atau PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan perubahan dalam jajaran komisaris dan direksi menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027.

Salah satu perubahan paling mencolok terjadi perubahan pada posisi Komisaris Utama I.League yang sebelumnya ditempati Zainudin Amali.

‎Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut dipastikan tidak lagi berada di posisi Komisaris Utama I.League. Keputusan itu muncul setelah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

‎Kepergian Zainudin Amali kemudian membuat kursi Komisaris Utama harus diisi oleh sosok baru. PSSI akhirnya menunjuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, untuk mengambil posisi tersebut.

‎Pergantian itu bukan satu-satunya perubahan yang dihasilkan dari RUPS kali ini. Struktur kepengurusan I.League turut mengalami sejumlah penyesuaian untuk menghadapi musim kompetisi yang baru.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan keputusan Zainudin Amali untuk meninggalkan jabatannya datang dari yang bersangkutan. Kesibukan menjadi salah satu pertimbangan di balik langkah tersebut.

‎"Atas pidato yang disampaikan Prof (Zainudin) Amali ya, beliau mengundurkan diri karena alasan dan kesibukan, kemudian PSSI menunjuk Pak Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama," ujar Ferry Paulus, dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

‎Masuknya Yunus Nusi membuat komposisi jajaran komisaris I.League mengalami perubahan untuk musim 2026/2027. Meski demikian, tidak semua posisi di dalam struktur tersebut diisi oleh wajah baru.

‎Glen Sugita masih mendapatkan tempat sebagai komisaris yang berasal dari perwakilan klub juara. Sosok yang berkaitan dengan Persib Bandung tersebut tetap berada dalam jajaran pengawas operator kompetisi.

‎Selain Glen Sugita, Muhammad Lutfi dipercaya untuk mengisi posisi Komisaris Independen. Yunus Nusi berada dalam struktur tersebut sebagai representasi ex-officio dari PSSI sekaligus mengemban jabatan Komisaris Utama.

‎"Kemudian Komisaris Independennya adalah Pak Muhammad Lutfi, dan satu ex-officio representasi dari Executive Committee atau Sekjen (Yunus Nusi) untuk mengisi posisi Komisaris Utama," kata Ferry.

‎Perombakan tidak berhenti pada jajaran komisaris. Struktur direksi I.League juga mendapatkan sentuhan baru dengan adanya pemisahan tanggung jawab pada bidang yang sebelumnya berada dalam satu posisi.

‎Salah satu perubahan terjadi pada urusan bisnis serta finansial dan administrasi. Sebelumnya, tanggung jawab tersebut berada di bawah satu payung yang dijalankan Sadikin Aksa.

‎I.League kemudian memutuskan untuk memisahkan fungsi tersebut menjadi dua jabatan berbeda. Langkah ini membuat tanggung jawab bisnis tidak lagi digabung dengan urusan finansial dan administrasi.

‎Sadikin Aksa selanjutnya akan berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai Direktur Bisnis. Sementara itu, posisi Direktur Finansial dan Administrasi dipercayakan kepada Teddy Tjahjono.

‎"Direktur Bisnis dan Administrasi Pak Sadikin Aksa awalnya, kemudian dipecah ya. Direktur Bisnis adalah Pak Sadikin, kemudian Direktur Finansial and Administration-nya itu Pak Teddy Tjahjono," ucap Ferry.

Teddy Tjahjono menjadi nama lama dengan jabatan baru. Setelah mengisi posisi Komisaris untuk mewakili Persib pada 2024-2025 lalu, Teddy kembali mengisi jajaran direksi untuk bertanggung jawab pada segi keuangan. 

‎Masuknya Teddy Tjahjono sekaligus menjadi bagian dari penataan organisasi yang dilakukan operator kompetisi. Pembagian tanggung jawab tersebut diharapkan membuat masing-masing bidang dapat bekerja lebih fokus.

‎Perubahan struktur ini juga tidak dilakukan semata-mata untuk mengisi jabatan menjelang musim baru. I.League mempunyai tujuan untuk memperkuat sistem kerja perusahaan sebagai operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia.

‎Ferry menilai penguatan internal menjadi salah satu kebutuhan yang harus dilakukan. Terlebih, I.League memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan kompetisi sekaligus memastikan pengelolaan perusahaan berjalan dengan baik.

‎Jajaran komisaris pun mempunyai peranan penting dalam proses tersebut. Fungsi pengawasan menjadi salah satu aspek yang ingin diperkuat melalui komposisi kepengurusan terbaru.

‎"Nah, tentunya perubahan pengurus di direksi dan komisaris ini untuk memperkuat internal di I.League sendiri, termasuk pengawasan, memperkuat pengawasan di komisaris," kata Ferry.

‎Dengan demikian, RUPS I.League menghasilkan perubahan pada dua level sekaligus, yakni direksi dan komisaris. Yunus Nusi menjadi salah satu figur utama dalam struktur baru setelah menggantikan Zainudin Amali.

‎Sementara pada jajaran direksi, pemisahan bidang bisnis dengan finansial dan administrasi menjadi perubahan penting lainnya. Sadikin Aksa dan Teddy Tjahjono kini mempunyai tanggung jawab masing-masing pada dua bidang tersebut.

‎Susunan baru tersebut bakal menjalankan tugas di tengah dimulainya musim kompetisi 2026/2027. I.League berharap struktur yang lebih spesifik dapat memperkuat operasional sekaligus mekanisme pengawasan perusahaan.

‎Perombakan tersebut sekaligus mengakhiri masa Zainudin Amali sebagai Komisaris Utama I.League. Kini, Yunus Nusi akan mengemban tanggung jawab tersebut bersama jajaran komisaris dan direksi yang telah ditetapkan melalui RUPS. ‎

Berikut Jajaran Direksi PT Liga Indonesia Baru (I.League) dari Hasil RUPS Tahunan dan Luar Biasa 2026:

Komisaris
- Komisaris Utama: Yunus Nusi
- Komisaris: Glen Sugita
- Komisaris Independen: Muhammad Lutfi
Direksi 
- Direktur Utama: Ferry Paulus
- Direktur Bisnis: Sadikin Aksa
- Direktur Keuangan dan Administrasi: Teddy Tjahjono
- Direktur Kompetisi: Asep Saputra
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral