- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Reaksi Kaget Shin Tae-yong usai The Jakmania akan Boikot Laga Persija Vs Brisbane Roar
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya memberikan tanggapan terkait aksi boikot yang dilakukan The Jakmania menjelang agenda peluncuran tim Macan Kemayoran. Juru taktik asal Korea Selatan itu justru kaget dan mengaku baru mengetahui adanya persoalan tersebut.
Polemik antara Persija dan kelompok suporternya muncul tepat ketika tim sedang mempersiapkan agenda terakhir sebelum mengarungi Super League 2026/2027. Situasi tersebut membuat acara yang seharusnya menjadi momentum menyambut musim baru justru dibayangi ketidakhadiran The Jakmania.
Persija akan menggelar launching skuad, jersi, dan sponsor di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026). Pada kesempatan yang sama, Macan Kemayoran juga dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba internasional menghadapi Brisbane Roar.
Laga kontra klub asal Australia tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Shin Tae-yong bersama anak asuhnya. Pertandingan itu merupakan kesempatan terakhir untuk menguji kesiapan tim sebelum Persija mulai bertarung dalam kompetisi resmi.
Namun, The Jakmania telah menyatakan tidak akan menghadiri rangkaian acara tersebut. Sikap itu diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan harga tiket yang diterapkan manajemen Persija.
Shin Tae-yong kemudian ditanya mengenai situasi tersebut dalam konferensi pers jelang pertandingan di JIS, Jumat (28/8/2026). Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku belum memahami secara mendalam persoalan yang terjadi antara klub dan suporternya.
"Karena ini pertama kalinya saya mendengar hal tersebut, saya tidak begitu tahu secara detail," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026).
Aksi boikot The Jakmania tidak terlepas dari perubahan harga tiket untuk agenda kontra Brisbane Roar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga pada tiket yang selama ini biasa dialokasikan kepada kelompok suporter.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Tiket dengan harga sebelumnya Rp110 ribu mengalami penyesuaian menjadi Rp130 ribu. Sementara kategori lainnya yang semula dibanderol Rp130 ribu naik menjadi Rp150 ribu.
Penyesuaian harga tidak hanya dilakukan terhadap tiket yang biasa didistribusikan kepada The Jakmania. Manajemen Macan Kemayoran juga melakukan perubahan harga untuk sejumlah kategori penonton lainnya.
Meski belum mengetahui persoalan secara terperinci, Shin Tae-yong memahami betapa pentingnya keberadaan suporter bagi sebuah klub. Terlebih, The Jakmania selama ini identik dengan Persija dan menjadi bagian penting dari perjalanan tim ibu kota.
Pelatih berusia 55 tahun tersebut pun berharap tribune kembali dipenuhi pendukung Persija pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Menurutnya, dukungan langsung dari The Jakmania bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan tim.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Namun, saya berharap para penggemar The Jakmania juga selalu datang dan memberikan dukungan agar tim Jakarta kita, Persija, bisa menjadi lebih baik, karena mereka adalah para suporter yang mendukung tim ini," kata Shin Tae-yong.
Bagi Shin Tae-yong, persoalan tersebut idealnya tidak dibiarkan berlarut-larut hingga memasuki kompetisi resmi. Ia berharap manajemen Persija dan The Jakmania dapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar.
Komunikasi menjadi hal yang dianggap penting agar kedua pihak memahami kepentingan masing-masing. Dengan begitu, hubungan klub dan suporternya diharapkan bisa kembali harmonis sebelum perjalanan panjang musim 2026/2027 dimulai.
"Jadi, saya berharap pihak suporter dan klub bisa saling berkomunikasi dengan baik dan menemukan solusi yang sama-sama menguntungkan, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik," ungkap Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong memiliki alasan kuat mengapa dirinya menaruh perhatian terhadap hubungan Persija dengan The Jakmania. Baginya, keberadaan sebuah klub sepak bola tidak dapat dilepaskan dari orang-orang yang memberikan dukungan dari tribune.
Suporter bukan sekadar penonton yang hadir ketika pertandingan berlangsung. Mereka menjadi bagian dari identitas sekaligus elemen yang membuat sebuah klub dapat terus hidup dari generasi ke generasi.
"Saya selalu berpikir bahwa sepak bola dan klub kita bisa bertahan selamanya karena adanya suporter, sehingga saya berharap hubungan antara klub dan para penggemar dapat dibangun dengan baik. Itu yang saya pikirkan," ucap pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Pernyataan Shin Tae-yong sekaligus menunjukkan dirinya tidak ingin polemik di luar lapangan mengganggu perjalanan Persija. Macan Kemayoran memiliki tantangan besar karena memasuki musim baru dengan ekspektasi tinggi.
Persija sendiri telah melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi tim selama bursa transfer. Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih juga membuat klub ibu kota membawa ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas.
Sebelum fokus sepenuhnya ke Super League, Persija terlebih dahulu harus menuntaskan agenda menghadapi Brisbane Roar. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian terakhir bagi Shin Tae-yong untuk melihat kesiapan skuadnya dalam situasi pertandingan.
Di sisi lain, persoalan dengan The Jakmania menjadi pekerjaan lain yang diharapkan segera menemukan titik temu. Shin Tae-yong berharap komunikasi antara klub dan suporter menghasilkan solusi sehingga dukungan penuh bisa kembali mengiringi Persija pada musim 2026/2027. (igp/fan)