news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Persija, Shin Tae-yong (kanan).
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Persija Vs Brisbane Roar Jadi Panggung Reuni, Shin Tae-yong dan Jordi Amat Bertemu Sosok dari Masa Lalu

Pertandingan uji coba antara Persija Jakarta menghadapi Brisbane Roar ternyata menyimpan sederet cerita di luar kepentingan kedua tim mempersiapkan musim baru.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:53 WIB
Editor :

Pertemuan keduanya bahkan sudah terjadi sebelum pertandingan dimulai. Shin Tae-yong dan Nam Tae-hee kembali bertatap muka dalam agenda konferensi pers prapertandingan di JIS, Jumat (28/8/2026).

Momen tersebut sekaligus mengungkap besarnya penghormatan Nam Tae-hee terhadap mantan pelatihnya. Ia bahkan menjadikan perjalanan Shin Tae-yong sebagai salah satu contoh bagi dirinya ketika menjalani karier di luar Korea Selatan.

"Sebagai orang Korea yang bermain di luar negeri, seperti yang dilakukan pelatih Shin Tae-yong, saya merasa harus menjalani karier sebagai pemain dengan memberikan contoh yang baik serta membawa nama dan kebanggaan sebagai orang Korea," ujar gelandang serang yang kini berusia 35 tahun tersebut.

Jika Shin Tae-yong bereuni dengan klub dan mantan anak asuhnya, cerita berbeda dimiliki Jordi Amat. Bek Persija tersebut mempunyai sejarah dengan pelatih yang kini berada di kubu Brisbane Roar, Michael Valkanis.

Pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Keduanya pernah bekerja bersama ketika masih berkarier di sepak bola Belgia. Saat itu, Jordi merupakan bagian dari KAS Eupen, klub yang kemudian ditangani Valkanis.

Jordi menghabiskan tiga musim bersama KAS Eupen dengan mencatatkan 86 penampilan. Pemain yang kini berusia 34 tahun tersebut turut menyumbangkan dua gol dan dua assist selama memperkuat klub Belgia itu.

Sementara itu, Valkanis awalnya datang sebagai asisten pelatih KAS Eupen pada Januari 2022. Hanya berselang satu bulan, ia kemudian dipercaya naik jabatan menjadi pelatih kepala dan menjalankan peran tersebut selama sekitar empat bulan.

Periode yang relatif singkat itu rupanya cukup untuk meninggalkan kesan terhadap kualitas Jordi. Valkanis masih mengingat betapa pentingnya peran sang bek di dalam tim ketika keduanya bekerja bersama.

Jordi bukan hanya diandalkan untuk menjalankan tugasnya sebagai pemain bertahan. Kemampuannya menguasai bola dan membantu tim membangun serangan dari belakang menjadi kualitas yang disukai Valkanis.

Selain kemampuan teknis, Valkanis juga melihat sisi kepemimpinan dari pemain Timnas Indonesia tersebut. Jordi ketika itu memegang peran penting sebagai kapten KAS Eupen.

Valkanis juga masih mengingat momen ketika Jordi memutuskan meninggalkan sepak bola Eropa. Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan sang pemain menuju Indonesia dan kemudian memperkuat skuad Garuda.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral