- Persib
Perubahan Regulasi Super League 2026-2027 Bikin Salah Fokus! Atur Influencer Sampai Tukang Konten Hingga Ancaman Denda Rp200 Juta
Jakarta, tvOnenews.com - I.League resmi merilis regulasi Super League 2026-2027 jelang kick off pada Jumat (4/9/2026) mendatang.
Menariknya, perubahan besar justru tidak terjadi di dalam lapangan hijau, melainkan perubahan untuk mengatur influencer sampai 'tukang konten' di sepanjang Super League 2026-2027.
Dalam lapangan, perubahan hanya terjadi pada dihapusnya kewajiban untuk memainkan pemain U-23 yang selama ini dibebankan pada klub.
Sisanya, hanya penyesuaian regulasi seperti perubahan jumlah peminjaman pemain, diwajibkannya asisten pelatih lokal, hingga jabatan yang berkaitan dengan keamanan.
Selain itu, I.League pun menyesuaikan regulasi Super League musim ini dengan IFAB 2026 di mana telah diterapkan gestur tutup mulut pada wasit.
Menariknya, terdapat perubahan regulasi pada Media dan Hak Siar. I.League kini mengatur konten media sosial yang berkaitan dengan influencer, selebgram hingga pembuat konten.
Pada musim 2025-2026, I.League hanya menekankan pada titel umum 'content creator' yang dilarang untuk masuk ke area tertentu yang tidak boleh diakses selain oleh pemegang hak siar.
Namun untuk pertama kalinya, regulasi Super League 2026-2027 menyebutkan secara spesifik istilah influencer, selebgram atau pembuat konten independen.
Hal tersebut berlaku pada Pasal 61 Akses Media Ayat 5 yang berbunyi:
"OA merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi Pemain, Ofisial tim yang terdaftar, delegasi I.League dan kru TV Produksi. Seluruh pihak yang tidak memiliki akreditasi resmi, termasuk namun tidak terbatas pada influencer, selebgram atau pembuat konten independen, dilarang memasuki, melakukan peliputan atau mengambil
dokumentasi dalam bentuk apa pun di area tersebut, terhitung sejak 6 (enam) jam sebelum kick-off hingga selesainya seluruh rangkaian Pertandingan."
Artinya, I.League tak melarang kehadiran influencer, selebgram dan pembuat konten independen untuk menyaksikan Super League. Walau demikian, yang bersangkutan masuk dalam pihak yang tidak memiliki akses resmi untuk masuk dalam official area (OA).
Tak berhenti di sana, terdapat I.League turut menguatkan regulasi soal konten live pada Super League 2026-2027 lewat Pasal 65 yang berbunyi:
"Klub, penonton, media dan content creator tidak diperbolehkan untuk melakukan perekaman/publikasi/pengambilan video (live streaming/live reaction/in real life (IRL) dan live di platform social media) dari dalam Stadion selama rangkaian Pertandingan tanpa persetujuan I.League."
I.League pun memperjelas dengan memastikan tak ada konten pertandingan yang disiarkan secara live streaming, live reaction dan in real life (IRL) tanpa persetujuann I.League dan tidak membuat konten pertandingan untuk kebutuhan komersial tanpa persetujuan I.League.
Sanksi berat pun menanti pihak di luar lapangan yang melanggar regulasi anyar tersebut. Pada musim lalu, I.League hanya melakukan teguran.
Namun pada musim ini, I.League berhak melakukan penurunan konten alias take down secara paksa jika ditemukan konten ilegal di media sosial.
Bahkan jika take down tak diindahkan, I.League berhak memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp200 juta.