- Persija
5 Tahun Bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Beri Pengakuan Jujur Soal Kualitas Super League usai Tukangi Persija
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, melihat adanya perubahan positif pada level kompetisi sepak bola Indonesia setelah kembali terjun langsung ke level klub. Juru taktik asal Korea Selatan itu menilai kualitas liga domestik kini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Shin Tae-yong kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya di sepak bola Tanah Air. Setelah menghabiskan waktu sekitar lima tahun menangani Timnas Indonesia, pelatih berusia 55 tahun tersebut kini dipercaya memimpin Macan Kemayoran.
Perubahan peran tersebut membuat Shin Tae-yong dapat melihat perkembangan sepak bola Indonesia dari sudut pandang berbeda. Jika sebelumnya lebih banyak berkutat dengan agenda skuad Garuda, kini dirinya akan merasakan langsung persaingan antarklub sepanjang satu musim.
Pengalamannya selama menangani Timnas Indonesia membuat Shin Tae-yong memiliki gambaran mengenai perjalanan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir. Ia pun mengaku bangga karena merasa turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan tersebut.
- Kita Garuda
Menurut Shin Tae-yong, berbagai upaya telah dilakukannya selama lima tahun bekerja bersama Timnas Indonesia. Ia merasa sepak bola Tanah Air kini telah mengalami kemajuan dibandingkan ketika pertama kali dirinya datang.
“Sebenarnya, selama lima tahun saya menjadi pelatih Tim Nasional, saya telah berusaha semaksimal mungkin dengan cara saya sendiri, dan saya bangga karena sepak bola Indonesia telah maju selangkah lebih maju,” ujar STY di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Kini, Shin Tae-yong memiliki kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana perkembangan itu terjadi di level klub. Kehadirannya bersama Persija membuat mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut kembali bersentuhan langsung dengan kompetisi domestik.
Salah satu pengalaman yang menjadi referensinya adalah ketika mengikuti atmosfer Piala Presiden. Dari sana, Shin Tae-yong mulai merasakan adanya perubahan pada level persaingan antarklub Indonesia.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Penilaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu tim yang kini ditanganinya. Shin Tae-yong melihat liga secara keseluruhan telah bergerak menuju level yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
“Saat saya menjadi pelatih Timnas dan sekarang melihat liga di Indonesia, saya juga merasakan atmosfer Piala Presiden secara langsung. Saya merasa level liga itu sendiri sudah meningkat selangkah lebih maju,” kata STY.
Peningkatan kualitas kompetisi tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi Shin Tae-yong. Apalagi, dirinya kini dituntut membuktikan kemampuan di level klub setelah sebelumnya lebih dikenal publik Indonesia melalui kiprahnya bersama skuad Garuda.
Persija menjadi tempat bagi Shin Tae-yong untuk memulai tantangan barunya tersebut. Macan Kemayoran juga memiliki ekspektasi besar menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 setelah melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi tim.
- tvonenews-Ilham Giovani
Shin Tae-yong pun tidak ingin hanya menjadi penonton dari perkembangan yang dirasakannya tersebut. Ia ingin ikut memberikan kontribusi melalui pekerjaannya bersama Persija agar kualitas kompetisi domestik bisa terus meningkat.
Baginya, perkembangan klub dan liga juga memiliki kaitan dengan kemajuan sepak bola nasional secara keseluruhan. Kompetisi yang semakin berkualitas dapat menjadi salah satu fondasi untuk menghasilkan perkembangan yang lebih luas.
“Oleh karena itu, saya sendiri sebagai pelatih Tim Nasional harus lebih fokus dan bekerja lebih keras lagi di liga agar liga kita bisa lebih berkembang dan membawa hasil yang baik bagi sepak bola Indonesia,” ucap STY.
Selain berbicara mengenai perkembangan kompetisi, Shin Tae-yong juga menyoroti hubungan antarpelatih di Super League. Hal tersebut disampaikannya setelah kembali bertemu dengan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic.
Pertemuan keduanya menjadi menarik karena Persija dan Persib dikenal memiliki rivalitas panjang di sepak bola Indonesia. Namun, persaingan kedua klub tidak membuat hubungan pribadi Shin Tae-yong dan Igor Tolic menjadi renggang.
Bahkan, pertemuan di Jakarta bukan menjadi kali pertama keduanya saling berkomunikasi. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya sudah sempat bertemu dan berbincang dengan pelatih asal Kroasia tersebut ketika berada di Bali.
“Secara tidak sengaja saya bertemu dengan pelatih baru Persib di sini, tapi saya sebenarnya sudah pernah bertemu dengan Coach Igor sebelumnya di Bali. Kami sempat berbincang banyak sekitar 10 menit sebelum pertandingan,” tutur STY.
Hubungan tersebut menjadi contoh bagaimana rivalitas di lapangan tidak harus menghilangkan rasa saling menghargai. Shin Tae-yong menganggap sikap tersebut penting dimiliki oleh para pelatih yang bekerja di sepak bola Indonesia.
Terlebih, Super League musim ini dihuni sejumlah juru taktik dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. Menurut Shin Tae-yong, keberadaan mereka seharusnya bisa memberikan kontribusi bersama untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
Persaingan tetap akan terjadi ketika masing-masing pelatih membela kepentingan klubnya. Namun, Shin Tae-yong berharap rivalitas tersebut tetap berjalan dengan rasa hormat satu sama lain.
“Baik di dalam liga maupun antar pelatih, kita semua harus saling menghormati. Saya sebagai pelatih Timnas dan para pelatih di liga harus saling menghargai agar kita bisa bersama-sama memajukan sepak bola Indonesia,” kata STY.
Shin Tae-yong kini akan membuktikan penilaiannya terhadap peningkatan level kompetisi ketika Super League 2026/2027 mulai bergulir. Persija menjadi kendaraan barunya untuk ikut mendorong perkembangan sepak bola Indonesia melalui persaingan di level klub.
Tantangan tersebut sekaligus membuka perjalanan baru bagi Shin Tae-yong setelah bertahun-tahun berada di lingkungan Timnas Indonesia. Kini, dirinya dituntut membawa Persija bersaing sekaligus membuktikan kualitas di tengah kompetisi yang disebutnya sudah meningkat satu level. (igp/fan)