- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Suporter Tandang Kembali Hadir di Super League, I.League: Jangan Anarkis dan Rasis
Berjalannya dua pertandingan pertama tanpa insiden menjadi sinyal positif bagi kompetisi musim ini. Namun, Ferry Paulus tidak ingin hasil awal tersebut membuat pengawasan dan edukasi kepada suporter mengendur.
Menurut Ferry, kompetisi masih berada pada tahap awal sehingga perjalanan musim masih panjang. Edukasi kepada suporter dan pemain harus terus dilakukan agar situasi positif dapat dipertahankan hingga akhir kompetisi.
“Tidak boleh juga kita lengah dan berpuas diri,” ujar Ferry melalui rekaman dari PSSI Pers yang dikutip Sabtu (5/9/2026).
Ferry berharap para suporter tetap memberikan dukungan penuh kepada klub masing-masing dengan cara positif. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak muncul tindakan anarkis maupun rasis selama pertandingan.
Menurutnya, perilaku suporter turut memengaruhi kualitas pertandingan yang dapat dinikmati masyarakat. Atmosfer stadion yang kondusif juga pada akhirnya memberikan dampak positif bagi klub.
“Jangan anarkis dan rasis, sehingga pertandingan kita menjadi tontonan yang menarik dan ini juga pada akhirnya adalah baik untuk klub itu sendiri,” kata Ferry.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, turut memberikan respons positif terhadap kembalinya suporter tandang. Ia melihat kebijakan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas, terutama mengenai hubungan suporter dengan sepak bola.
Ratu Tisha meyakini suporter merupakan bagian penting yang memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Menurutnya, kecintaan tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga olahraga tersebut.
Rasa cinta terhadap sepak bola, menurut Ratu Tisha, semestinya melahirkan tanggung jawab untuk merawatnya. Hal itu termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan saat memberikan dukungan langsung di stadion.
“Kami sangat senang sekali karena saya selalu percaya bahwa suporter itu adalah orang-orang yang sangat mencintai sepak bola,” kata Ratu Tisha.
“Kalau kita mencintai sesuatu, pasti kita akan menjaganya,” lanjutnya.
Ratu Tisha pun tetap memiliki kepercayaan besar terhadap kelompok suporter dari berbagai klub di Indonesia. Ia optimistis para pendukung mampu menjaga sepak bola agar tetap menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak.