news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deklarasi Superter Tandang di Laga Pembuka Super League 2026/2027.
Sumber :
  • I.League

PSSI Sambut Kembalinya Suporter Tandang, Ratu Tisha: Kalau Kita Mencintai Sesuatu Maka Kita Akan Menjaganya

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyambut positif kembalinya suporter tim tamu yang mulai menghiasi pertandingan Super League 2026/2027.
Sabtu, 5 September 2026 - 16:01 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyambut positif kembalinya suporter tim tamu yang mulai menghiasi pertandingan Super League 2026/2027.

Ia meyakini kecintaan para pendukung terhadap sepak bola akan membuat mereka turut menjaga keberlangsungan kompetisi.

Pemandangan suporter tim tamu akhirnya kembali terlihat pada pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Deklarasi Superter Tandang di Laga Pembuka Super League 2026/2027
Sumber :
  • I.League

Momen tersebut terjadi dalam laga Bali United menghadapi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam WIB.

Suporter PSS menjadi salah satu kelompok pendukung yang mendapatkan kesempatan untuk menemani tim kesayangannya di markas lawan. Kehadiran mereka sekaligus menandai dimulainya kembali kebijakan suporter tandang pada Super League musim ini.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Bali United. Meski tim kesayangannya harus menelan kekalahan, kehadiran para pendukung PSS tetap berlangsung dengan sportif.

Tidak muncul persoalan berarti dari keberadaan suporter tim tamu sepanjang pertandingan. Kembalinya suporter tim tamu pun mendapatkan perhatian dari PSSI. Ratu Tisha mengaku senang melihat tribun stadion kembali bisa diisi pendukung dari kedua kesebelasan.

Menurut Ratu Tisha, suporter merupakan kelompok yang memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola.

Karena itu, dirinya memiliki kepercayaan bahwa para pendukung juga mempunyai keinginan untuk menjaga olahraga yang mereka cintai.

Ratu Tisha berharap rasa cinta tersebut bisa diwujudkan melalui perilaku positif ketika mendukung klub masing-masing. Hal itu berlaku bagi seluruh kelompok suporter dari klub mana pun di Indonesia.

"Senang sekali, karena saya selalu percaya bahwa suporter itu adalah orang-orang yang sangat mencintai sepak bola," ujar Ratu Tisha.

Waketum PSSI, Ratu Tisha
Sumber :
  • PSSI

"Kalau kita mencintai sesuatu maka kita akan menjaganya. Jadi saya pasti percaya bahwa suporter sepak bola di Indonesia dari klub manapun itu pasti akan menjaga sepak bola kita," tambahnya.

Sambutan positif turut disampaikan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus. Ia menilai kembalinya suporter tandang merupakan perkembangan baik bagi kompetisi sepak bola Indonesia.

Namun, Ferry mengingatkan keberhasilan pada pertandingan pertama belum bisa dijadikan ukuran secara keseluruhan. 

Menurutnya, seluruh pihak tidak boleh langsung terlena dengan situasi kondusif pada awal kompetisi. Pengawasan terhadap penerapan kebijakan suporter tandang juga masih harus dilakukan secara ketat.

"Ya, bagus. Tapi memang harus selalu ada penguatan terkait kehadiran suporter tamu ini. Karena ini baru pertandingan pertama, tidak boleh lengah dan berpuas diri," kata Ferry.

Ferry menilai pertandingan-pertandingan pada awal musim biasanya dapat berjalan dengan baik. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan situasi tersebut ketika tensi dan persaingan kompetisi semakin meningkat.

Dirut I.League, Ferry Paulus
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Karena itu, suporter diminta untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play. Tindakan anarkis hingga perbuatan yang mengarah kepada kriminalitas tidak boleh muncul dalam pertandingan.

"Karena pertandingan-pertandingan awal seringkali baik gitu ya. Tapi, suporter juga nggak boleh berpuas diri dan selalu menjunjung tinggi sportivitas, fair play, tidak boleh anarkis apalagi kriminal," ucap Ferry.

"Sehingga pertandingan itu menjadi tontonan yang menarik dan pada akhirnya baik untuk klub itu sendiri," sambungnya.

Kembalinya suporter tim tamu menjadi salah satu perubahan besar yang terjadi pada Super League 2026/2027. Sebelumnya, kelompok pendukung tidak diperbolehkan menemani klub kesayangannya dalam pertandingan tandang.

Kebijakan tersebut tidak terlepas dari Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Tragedi sepak bola tersebut menewaskan 135 orang dan kemudian menjadi momentum besar dalam evaluasi penyelenggaraan pertandingan di Indonesia.

Setelah tragedi tersebut, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia menerapkan larangan kehadiran suporter tim tamu. Kebijakan itu bertahan hingga akhirnya kesempatan bagi pendukung untuk kembali melakukan perjalanan tandang dibuka pada musim 2026/2027.

Meski larangan tersebut telah dicabut, penerapannya masih terus berada dalam tahap evaluasi. Perilaku kelompok suporter sepanjang kompetisi akan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kebijakan tersebut.

PSSI dan I.League pun berharap momentum positif pada pertandingan Bali United kontra PSS Sleman bisa dipertahankan sepanjang musim.

(igp) 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral