news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo Persib.
Sumber :
  • Media Resmi Persib Bandung

‎Bus Persib Bandung U-18 Diserang OTK saat Pulang dari Solo, Satu Ofisial Jadi Korban Kekerasan hingga Koper Dijarah

Rombongan Persib Bandung U-18 mengalami insiden penyerangan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ketika dalam perjalanan pulang seusai menjalani pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Senin, 12 Oktober 2026 - 09:42 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Rombongan Persib Bandung U-18 mengalami insiden penyerangan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ketika dalam perjalanan pulang seusai menjalani pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-18. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada bus tim hingga seorang ofisial dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik.

‎Insiden tersebut terjadi setelah Persib Bandung U-18 menjalani pertandingan tandang menghadapi Garuda United. Laga lanjutan kompetisi Elite Pro Academy U-18 itu berlangsung di Stadion UNS, Surakarta, Minggu (11/10/2026).

‎Seusai pertandingan, rombongan Maung Bandung langsung bertolak menuju Bandung menggunakan bus tim. Namun, perjalanan pulang mereka justru diwarnai kejadian tidak menyenangkan ketika berhenti di salah satu rest area.

‎Berdasarkan keterangan resmi klub, insiden tersebut berlangsung di rest area Batang KM 360, Jawa Tengah, sekitar pukul 21.30 WIB. Rombongan Persib U-18 dilaporkan mendapatkan serangan dari sekelompok orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

‎Informasi awal menyebutkan bahwa rombongan Persib U-18 sempat berpapasan dengan kelompok suporter lain yang sedang melakukan perjalanan pulang. Para suporter tersebut diketahui baru saja mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

‎Meski demikian, belum ada kepastian mengenai identitas pihak yang melakukan penyerangan terhadap rombongan Persib U-18. Klub juga belum dapat memastikan siapa pelaku utama yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

‎Dalam rangkaian kejadian itu, bus yang membawa rombongan Persib U-18 dilaporkan menjadi sasaran penyerangan. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan dijarah.

‎Situasi semakin mengkhawatirkan setelah dua personel Persib U-18 terpisah dari rombongan ketika insiden berlangsung. Keduanya adalah Media Officer Persib U-18, Pandu Persada, dan salah satu anggota tim akademi bernama Ridwan.

‎Saat kejadian, Pandu dan Ridwan diketahui sedang berada di sekitar area toilet rest area. Keduanya kemudian berusaha kembali menuju bus, tetapi kondisi yang tidak kondusif serta banyaknya orang di lokasi membuat mereka kesulitan bergabung dengan rombongan.

‎Akibat situasi tersebut, bus Persib U-18 akhirnya melanjutkan perjalanan terlebih dahulu meninggalkan rest area. Sementara itu, Pandu dan Ridwan masih tertinggal di lokasi kejadian dan harus mencari cara untuk menyelamatkan diri.

‎Dalam perkembangan berikutnya, Ridwan dilaporkan berhasil meninggalkan rest area dengan selamat. Pemain akademi Persib tersebut mendapatkan bantuan dari orang tua salah satu pemain yang membawanya menggunakan mobil bersama kenek bus rombongan.

‎"Ridwan telah berhasil meninggalkan lokasi kejadian dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA juga turut berada di dalam kendaraan tersebut," tulis rilis resmi Persib Bandung.

‎Sementara itu, kondisi berbeda dialami Pandu Persada yang dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, Media Officer Persib U-18 tersebut terpaksa mencari perlindungan di sebuah tempat tambal ban yang berada di sekitar rest area.

‎Berdasarkan informasi terakhir dalam keterangan resmi klub, Pandu masih tertinggal di lokasi dan belum berhasil kembali bergabung dengan rombongan. Persib pun melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian setempat untuk memastikan proses evakuasi dapat segera dilakukan.

‎Persib menegaskan bahwa keselamatan Pandu Persada menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut. Klub berupaya memastikan kondisi fisiknya, memberikan perlindungan, serta mengupayakan agar yang bersangkutan dapat meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan.

‎Selain berupaya menyelamatkan personelnya, Persib juga menaruh perhatian serius terhadap kerusakan bus dan laporan penjarahan barang-barang milik tim. Insiden tersebut dinilai tidak dapat dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pemain dan ofisial yang sedang menjalankan tugas profesional dalam kompetisi sepak bola nasional.

‎Manajemen Persib Bandung pun menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah hukum terkait penyerangan terhadap rombongan tim U-18. Klub berharap kejadian tersebut dapat ditangani secara serius sehingga pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎(igp/rda)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral