news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bis Persib U-18 dijarah.
Sumber :
  • Istimewa

Persija Tak Tinggal Diam, Desak Aparat Usut Tuntas Penyerangan Rombongan EPA Persib

Manajemen Persija minta aksi penyerangan terhadap rombongan tim EPA Persib oleh oknum yang diduga suporter Persija agar diusut tuntas oleh pihak yang berwenang.
Senin, 12 Oktober 2026 - 17:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Insiden bus Persib Bandung U-18 diserang oknum suporter di Rest Area KM 360 di Batang, Jawa Tengah viral di media sosial.

Skuad Persib Bandung U-18 mengalami insiden yang tidak diinginkan itu pada Minggu (11/10/2026) malam. 

Saat itu, mereka hendak kembali ke Kota Bandung usai bertandang ke Surakarta untuk menghadapi Garuda United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Sejumlah oknum suporter itu dilaporkan melakukan tindak kekerasan hingga penjarahan kepada bus yang ditumpangi rombongan Persib U-18. 

Menanggapi insiden itu, manajemen Persija Jakarta meminta aksi penyerangan terhadap rombongan tim EPA Persib oleh oknum yang diduga suporter Persija agar diusut tuntas oleh pihak yang berwenang.

Logo Persija
Sumber :
  • Persija

"Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya," demikian keterangan resmi ofisial Persija di Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

Persija mengecam keras aksi penyerangan tersebut dan sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi tim.

Tim Macan Kemayoran pun menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya kepada mereka yang mengalami kekerasan fisik.

"Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut," demikian pernyataan klub.

Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. 

Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan.

Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola.

Persija mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan. 

Loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk menyakiti sesama.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral