- AP Photo/Andrew Medichini
Mourinho Heran, Manajemen Tottenham Pecat 2 Hari sebelum Final, Padahal Lemari Trofi Sudah Kosong 50 Tahun
tvOnenews.com - Pelatih AS Roma, Jose Mourinho masih sakit hati terhadap manajemen Tottenham Hotspur yang memecatnya dua hari sebelum final Piala Carabao menghadapi Manchester City.
Mourinho datang sebagai manajer Tottenham usai Mauricio Pochettino dipecat pada April 2021 karena performa yang buruk.
Pada musim pertamanya, Mourinho sukses mengangkat Tottenham dari posisi ke-14 dan finis di urutan keenam klasemen akhir Liga Inggris.
Namun, Mourinho akhirnya dipecat setelah tersingkir dari babak 16 besar Liga Europa serta kehilangan banyak poin di Premier League.
Pemilik klub, Daniel Levy pun akhirnya memecat Mourinho padahal sukses menembus final Piala Carabao.
Pelatih asal Portugal ini pun berbicara pada acara The Obi One Podcast karya John Obi-Mikel di YouTube terkait kejadian tersebut.
“Yang paling konyol adalah klub yang ruang trofinya kosong memecat saya dua hari sebelum final,” ujarnya dikutip dari Sport Bible.
“Tottenham tidak pernah menang selama 50 tahun. Saya tidak ingat kapan. Saya dua hari sebelum final dan saya tidak bisa mencapai final. Itu yang baunya tidak enak," tambahnya.
Mourinho mengatakan, dirinya sudah sangat siap untuk membawa Tottenham meraih gelar juara karena memiliki catatan cukup bagus di partai final.
"Namun kenyataannya setiap kali saya pergi ke Wembley bersama Chelsea, saya selalu menang. Saya pergi ke sana bersama Man United tiga kali, saya menang dua kali," ucapnya.
“Jadi rekornya bagus. Itu adalah stadion dan atmosfer yang saya dominasi dengan baik, karena ketika Anda menghadapi pertandingan-pertandingan besar Anda perlu merasa nyaman, Anda tidak bisa pergi ke pertandingan-pertandingan ini dan merasa stadionnya terlalu besar," katanya.
Namun, Mourinho pun tidak ingin mengklaim dirinya bisa mengalahkan Man City di partai final.
“Saya memiliki pengalaman untuk mencoba dan membantu tim, tetapi finalnya adalah melawan Man City, jadi saya bodoh saat ini jika mengatakan kami akan menang," ucapnya.
“Tetapi beberapa minggu sebelumnya, kami menang melawan mereka 2-0 di stadion kami, jadi perasaannya positif. Tapi itulah yang terjadi," tutupnya. (fan)