- Reuters/Jason Cairnduff
Bruno Fernandes Akhirnya Blak-blakan Soal Rumor Pindah ke Arab Saudi, Akui Merasa Sakit Hati dengan Petinggi MU Gara-gara Hal Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Manchester United (MU), Bruno Fernandes, akhirnya angkat bicara mengenai rumor besar yang sempat mengguncang Old Trafford pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang asal Portugal itu mengungkap fakta mengejutkan terkait pendekatan klub Arab Saudi, Al-Hilal, yang nyaris membuatnya meninggalkan Setan Merah.
Bruno Fernandes menyebut bahwa tawaran dari Al-Hilal bukan sekadar godaan finansial, melainkan situasi yang membuatnya merasa “didorong keluar” oleh pihak internal klub. Ia menilai ada perbedaan kepentingan antara keinginan pelatih dan sikap petinggi Manchester United.
Al-Hilal dilaporkan siap memberikan gaji fantastis mencapai £700.000 atau sekitar Rp15,6 miliar per pekan kepada Fernandes, angka yang sangat jauh di atas bayaran yang ia terima saat ini. Jika kesepakatan itu terwujud, sang kapten berpotensi meraup hampir £200 juta atau Rp4,4 triliun dalam kontrak berdurasi tiga tahun.
Tak hanya itu, Manchester United juga dikabarkan akan memperoleh dana segar sebesar £100 juta atau Rp2,2 triliun dari penjualan pemain berusia 31 tahun tersebut. Situasi ini membuat Fernandes merasa bahwa nilai ekonominya lebih diprioritaskan dibanding perannya di dalam tim.
“Saya tidak bisa mengeluh, saya dibayar sangat baik, tetapi jelas perbedaannya sangat besar. Itu bukanlah hal yang pernah menjadi pertimbangan saya. Jika suatu hari saya harus bermain di Arab Saudi, saya akan bermain di Arab Saudi,” kata Fernandes kepada Canal 11 seperti dikutip oleh Maisfutebol melalui Sport Witness.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa uang bukanlah faktor utama dalam setiap keputusan besar yang ia ambil sepanjang kariernya. Fernandes juga menilai bahwa bermain di Timur Tengah bukan sesuatu yang tabu baginya di masa depan.
“Gaya hidup saya akan berubah, kehidupan anak-anak saya akan cerah, setelah enam tahun di Manchester dengan cuaca dingin dan hujan, saya akan bermain di liga yang berkembang, dengan pemain-pemain yang diakui,” lanjut Fernandes.
Meski mengakui daya tarik besar dari tawaran tersebut, Fernandes menegaskan dirinya tidak pernah bersikap memaksa atau membangkang demi hengkang. Ia memilih tetap profesional dan menghormati klub yang telah memberinya kepercayaan besar.
“Saya bisa saja pergi seperti yang dilakukan banyak orang dan berkata: 'Saya ingin pergi, saya tidak ingin berlatih, saya hanya ingin pergi dengan bayaran €20 juta atau €30 juta, agar mereka membayar saya lebih banyak di sana.' Tapi saya tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.
Fernandes merasa hubungan emosionalnya dengan Manchester United terlalu kuat untuk diabaikan begitu saja. Ia menilai empati dan loyalitas menjadi nilai penting yang selama ini ia jaga sebagai kapten tim.
“Saya tidak pernah merasa berada dalam posisi untuk melakukan itu, karena saya merasa bahwa empati dan kasih sayang yang saya miliki untuk klub tetap sama,” tambahnya.
Namun di balik kesetiaan tersebut, Fernandes mengaku merasakan kekecewaan mendalam terhadap sikap sebagian petinggi klub. Ia menilai ada momen di mana aspek finansial mengalahkan nilai kemanusiaan dan loyalitas pemain.
“Namun ada titik di mana, bagi mereka, uang lebih penting daripada apa pun. Klub ingin saya pergi, saya sudah memikirkannya,” ungkap Fernandes dengan jujur.
Ia bahkan mengaku telah menyampaikan perasaannya secara langsung kepada jajaran direksi klub. Namun menurutnya, keputusan akhir seolah digantung tanpa kejelasan sikap.
“Saya sudah memberi tahu para direktur tentang hal ini, tetapi saya rasa mereka tidak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan itu,” katanya.
Keputusan bertahan di Old Trafford akhirnya diambil Fernandes dengan pertimbangan keluarga dan kecintaannya terhadap klub. Faktor komunikasi dengan pelatih Ruben Amorim juga menjadi alasan penting di balik pilihannya.
“Saya memutuskan untuk tetap tinggal, juga karena alasan keluarga, tetapi karena saya benar-benar menyukai klub ini,” ucap Fernandes.
Meski demikian, ia mengaku merasa seolah keberadaannya tak sepenuhnya diperjuangkan oleh manajemen. Perasaan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menyakitkan sepanjang kariernya di United.
“Tetapi, dari sisi klub, saya merasa sedikit seperti, 'jika kamu pergi, itu tidak terlalu buruk bagi kami.' Itu sangat menyakitkan saya,” lanjutnya.
Fernandes juga menyinggung soal dedikasi dan konsistensinya selama membela Setan Merah. Ia merasa kontribusinya kerap diabaikan, sementara pemain lain justru tak menunjukkan komitmen serupa.
“Lebih dari sekadar sakit hati, ini membuat saya sedih karena saya adalah pemain yang tidak bisa mereka kritik,” tuturnya.
Sebagai catatan, Fernandes telah mencatatkan 103 gol dan 93 assist dari 307 penampilan bersama Manchester United. Kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027 dengan opsi perpanjangan dari klub.
“Saya belum mewujudkan impian saya di sini,” kata Fernandes kepada Sky Sports pada Agustus lalu.
Ia menegaskan bahwa selama klub masih menginginkannya, ia akan terus berjuang di Old Trafford. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen.
“Saya pikir saya masih bisa memberikan sesuatu kepada klub,” pungkasnya. (fan)