news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Media Vietnam Terlalu Blak-blakan Soal Manchester United: Mengapa Kamu Masih Terpuruk Seperti Ini?.
Sumber :
  • instagram manchester united

Media Vietnam Terlalu Blak-blakan Soal Manchester United: Mengapa Kamu Masih Terpuruk Seperti Ini?

Media Vietnam VN bahkan melontarkan pertanyaan pedas yang kini ramai dikutip: “Mengapa kamu masih terpuruk seperti ini, Manchester United?” Sebuah kalimat singkat yang
Selasa, 13 Januari 2026 - 15:37 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sorotan tajam datang dari media Vietnam setelah Manchester United kembali menelan hasil pahit. Kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion di babak ketiga Piala FA bukan sekadar hasil buruk, melainkan cerminan krisis yang kian dalam. 

Media Vietnam VN bahkan melontarkan pertanyaan pedas yang kini ramai dikutip: “Mengapa kamu masih terpuruk seperti ini, Manchester United?” Sebuah kalimat singkat yang terasa menampar wajah klub raksasa Inggris itu.

Kegagalan di Piala FA semakin mempertegas posisi Manchester United yang sedang limbung. Tersingkir lebih awal di Old Trafford, di hadapan pendukung sendiri, membuat Setan Merah kehilangan satu lagi jalur realistis untuk meraih trofi musim ini. 

Di tengah kekacauan manajerial pasca pemecatan Ruben Amorim, nasib MU kini menjadi bahan perbincangan lintas negara, termasuk media Asia Tenggara.

Old Trafford, Simbol Kejayaan yang Kini Terasa Hampa

Pada dini hari 12 Januari, Manchester United harus mengakui keunggulan Brighton dengan skor 1-2. Media Vietnam VN menyebut kekalahan ini sebagai “kegagalan total dari seluruh sistem.” Pernyataan tersebut terasa relevan jika melihat suasana di Old Trafford malam itu. 

Di tribun, Sir Alex Ferguson duduk berdampingan dengan Paul Scholes dan Nicky Butt—ikon masa keemasan klub. Di lapangan, Darren Fletcher yang dipercaya sebagai pelatih setelah Amorim dipecat tampak kesulitan mengendalikan situasi dari pinggir lapangan.

Kehadiran figur-figur legendaris itu justru mempertegas jurang antara masa lalu dan realitas hari ini. Reuters menggambarkan Manchester United sebagai tim yang “secara konsisten mengecewakan para penggemarnya.” 

Serangan MU terlihat tumpul, pertahanan rapuh, dan permainan jauh dari kata meyakinkan, meski diperkuat pemain-pemain mahal hasil belanja besar di bursa transfer.

Manchester United seolah terjebak dalam siklus pencarian identitas yang tak kunjung berujung. Setiap pergantian pelatih membawa janji perubahan, namun di lapangan, kekacauan yang sama terus terulang.

Danny Welbeck dan Tamparan dari Masa Lalu

Ironi semakin terasa ketika sosok yang menghancurkan harapan MU justru datang dari masa lalu mereka sendiri. Danny Welbeck, pemain yang dilepas 12 tahun silam, tampil sebagai mimpi buruk bagi mantan klubnya. 

Di usia 35 tahun, ia mencatat satu assist dan satu gol penentu kemenangan Brighton. Gol tersebut menjadi yang kedelapan bagi Welbeck ke gawang Manchester United sejak meninggalkan Old Trafford.

Media Vietnam menyoroti kontras ini sebagai simbol kegagalan kebijakan klub. Sementara MU menghabiskan dana besar untuk penyerang mahal yang minim kontribusi, Welbeck justru menunjukkan efektivitas sederhana namun mematikan.

Pertandingan juga diwarnai momen emosional ketika pemain muda Shea Lacey meninggalkan lapangan sambil menangis usai diganjar kartu merah akibat reaksi impulsif. 

Adegan ini dinilai mencerminkan kondisi Manchester United saat ini: tim bertalenta, namun kehilangan kendali dan arah.

Statistik Suram dan Masa Depan yang Kian Kabur

Kekalahan dari Brighton resmi menjadikan Manchester United sebagai underdog di seluruh kompetisi piala domestik sejak babak pertama, sebuah catatan kelam yang terakhir kali terjadi pada musim 1981-1982. 

Setelah sebelumnya dipermalukan Grimsby Town, tim divisi empat, di Piala Carabao Agustus 2025, kini Piala FA pun melayang.

Secara statistik, musim ini juga terancam menjadi salah satu yang terpendek. Manchester United diprediksi hanya akan memainkan maksimal 40 laga resmi, jumlah terendah sejak era 1940-an. Satu-satunya target realistis yang tersisa hanyalah finis empat besar Liga Premier demi tiket Liga Champions.

Namun peluang itu pun tipis. Menurut superkomputer Opta, kans MU menembus empat besar hanya 4,9%. 

Dengan jadwal berat menghadapi Manchester City dan Arsenal, ancaman tertinggal 9–10 poin sangat nyata. Darren Fletcher sendiri mengakui timnya saat ini sangat “rapuh”.

Di tengah ketidakpastian tersebut, rumor kembalinya Ole Gunnar Solskjaer atau Michael Carrick ke kursi pelatih justru menegaskan kebuntuan arah klub. Manchester United seperti terombang-ambing, berpegang pada romantisme masa lalu, sementara sepak bola modern terus melaju jauh di depan.

Pertanyaan yang diajukan media Vietnam pun kini menggema lebih luas: kapan Setan Merah benar-benar bangkit dan menemukan kembali jati dirinya? Hingga saat ini, jawabannya masih menjadi misteri besar di Old Trafford. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral