news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pep Guardiola Akui MU Main dengan Energi Berbeda di Bawah Arahan Michael Carrick.
Sumber :
  • instagram man city

Pep Guardiola Akui MU Main dengan Energi Berbeda di Bawah Arahan Michael Carrick

Menurut Pep Guardiola, faktor pembeda utama dalam laga tersebut adalah energi luar biasa yang ditunjukkan Setan Merah di bawah arahan Michael Carrick. 
Minggu, 18 Januari 2026 - 22:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pep Guardiola tak mencari alasan setelah Manchester City tumbang di Old Trafford. Usai kalah 0-2 dari Manchester United pada Derbi Manchester, Sabtu (17/1/2026), pelatih asal Spanyol itu secara terbuka mengakui keunggulan tuan rumah. 

Menurut Guardiola, faktor pembeda utama dalam laga tersebut adalah energi luar biasa yang ditunjukkan Setan Merah di bawah arahan Michael Carrick.

Guardiola bahkan menyebut energi Manchester United berada di level yang tidak mampu ditandingi timnya. Pengakuan itu menjadi sorotan, mengingat laga ini juga menjadi debut Carrick sebagai pelatih kepala interim. 

Dalam waktu singkat, Carrick sukses membangkitkan intensitas permainan United yang sempat meredup di paruh pertama musim.

Derbi Manchester Jadi Panggung Carrick

Pertandingan pekan ke-22 Premier League tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Manchester United. Hasil itu terasa spesial karena bukan hanya soal skor, melainkan cara bermain. United tampil agresif sejak menit awal, mendominasi tempo, dan konsisten menekan City sepanjang pertandingan.

Sebaliknya, Manchester City terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Pola build-up yang biasanya rapi kerap terputus akibat pressing tinggi United. City hampir tak menciptakan ancaman berarti, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di era Guardiola.

Usai laga, Guardiola tak ragu mengakui keunggulan lawannya.

“Tim yang lebih baik menang. Mereka memiliki energi yang tidak kami miliki. Selamat kepada mereka,” ujar Guardiola, dikutip dari Sky Sports.

Ia juga menyoroti bagaimana United memulai pertandingan dengan agresivitas tinggi, sesuatu yang membuat City langsung berada dalam tekanan.

“Mereka memiliki peluang di akhir pertandingan dengan umpan silang. Kami tahu mereka adalah tim transisi, tetapi secara umum, mereka lebih baik. Mereka memulai dengan sangat kuat, itu normal,” lanjutnya.

Kontras dengan Era Ruben Amorim

Penampilan penuh energi ini terasa kontras jika dibandingkan dengan Manchester United di bawah asuhan Ruben Amorim sebelumnya. Amorim sebenarnya sempat menunjukkan potensi, termasuk hasil positif di beberapa laga besar. Namun, konsistensi menjadi masalah utama.

Di bawah Amorim, United kerap tampil ragu-ragu, dengan intensitas yang naik turun. Eksperimen taktik dan posisi pemain sering kali membuat permainan kehilangan keseimbangan. Akibatnya, tekanan tinggi dan agresivitas jarang terlihat secara berkelanjutan.

Michael Carrick datang dengan pendekatan yang lebih sederhana, namun efektif. Fokus pada energi, disiplin, dan peran natural pemain membuat United terlihat lebih yakin. Hasilnya langsung terlihat saat menghadapi Manchester City.

Pelatih Manchester United Michael Carrick bersama Matheus Cunha
Sumber :
  • REUTERS/Phil Noble

Selain membahas performa timnya, Guardiola juga sempat menyinggung keputusan wasit. Ia menilai Diogo Dalot seharusnya menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Jeremy Doku. Namun, Dalot hanya mendapat kartu kuning dan VAR memutuskan tidak ada pelanggaran serius.

> “Dia seharusnya dikeluarkan, itu kartu merah sejak awal pertandingan. Tetapi akan buruk sebagai seorang manajer, saya tidak pernah seperti itu, jika Anda menganalisisnya, untuk menang atau kalah dalam sebuah pertandingan,” kata Guardiola.

Meski merasa dirugikan, Guardiola menegaskan bahwa satu keputusan wasit bukan alasan utama kekalahan timnya. Ia secara jujur mengakui City tampil jauh di bawah standar.

Guardiola menutup pernyataannya dengan sikap realistis. Manchester City kalah karena gagal menyamai intensitas dan energi Manchester United. 

Sementara bagi Setan Merah, kemenangan ini bukan hanya tiga poin, tetapi juga sinyal kuat bahwa era baru di bawah Michael Carrick dimulai dengan keyakinan dan semangat yang kembali menyala. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral