- Kolase tvOnenews.com
Arsenal Siap Bayar Rp2 Triliun Demi Boyong Striker Atletico, Posisi Viktor Gyokeres Terancam?
tvOnenews.com - Arsenal kembali dikaitkan dengan transfer besar setelah muncul kabar bahwa klub London Utara itu serius mempertimbangkan perekrutan Julian Alvarez dari Atletico Madrid.
Nilai yang dibicarakan tidak main-main.
Dilansir dari sixsports, Atletico mungkin akan melepas Alvarez di harga £86-87 juta (setara Rp1,7 - Rp2 triliun), angka yang mencerminkan urgensi The Gunners dalam membenahi lini serang mereka.
Isu ini mencuat di tengah kegagalan Arsenal menemukan solusi jangka panjang di posisi penyerang tengah.
Padahal, enam bulan lalu mereka sudah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP dengan mahar sekitar £64 juta.
Saat itu, Gyokeres diproyeksikan sebagai kepingan terakhir yang akan mengantar Arsenal menembus level juara Premier League.
- REUTERS/David Klein
Namun ekspektasi tersebut belum terwujud. Penyerang berusia 27 tahun itu justru kesulitan beradaptasi dengan intensitas dan dinamika permainan Arsenal.
Performanya dinilai belum menyatu dengan sistem Mikel Arteta, kerap terlihat terisolasi, dan kontribusinya di liga domestik jauh dari kata ideal.
Situasi ini membuat manajemen Arsenal kembali melirik pasar.
Nama Julian Alvarez, mantan penyerang Manchester City yang kini membela Atletico Madrid, kembali masuk radar.
Menurut informasi yang beredar, pihak Atletico membuka peluang untuk melepas Alvarez di akhir musim dengan banderol sekitar £86 juta.
Ketertarikan Arsenal sendiri bukan hal baru, mengingat nama Alvarez sudah masuk daftar incaran mereka sejak bursa transfer musim panas lalu.
Kebutuhan akan striker yang benar-benar klinis semakin terasa setelah kompetisi berjalan lebih dari separuh musim.
Meski Gyokeres telah mencetak sembilan gol di semua ajang, catatan di Premier League menjadi sorotan tajam.
Ia belum mencetak satu gol non-penalti dalam hampir tiga bulan terakhir.
Kondisi ini sempat memaksa Gabriel Jesus kembali dimainkan sebagai solusi darurat, termasuk saat menghadapi Manchester United, namun hasilnya juga belum signifikan.
Masa depan Gabriel Jesus pun kini diselimuti tanda tanya.
Kontraknya akan berakhir musim depan, dan meski sang pemain menyatakan keinginan bertahan, Arsenal berpotensi mempertimbangkan penjualan demi menghindari kehilangan gratis.
Masalah lini depan semakin kompleks dengan absennya Kai Havertz, yang sejatinya menjadi favorit Arteta, namun harus menepi lama akibat cedera hamstring dan lutut.
Dalam konteks ini, Alvarez dipandang sebagai opsi yang relatif “aman”.
- Premier League
Pengalamannya dua musim di Premier League bersama Manchester City menjadi nilai tambah besar.
Meski sering berada di bawah bayang-bayang Erling Haaland, Alvarez mampu mencatatkan 17 dan 19 gol di semua kompetisi dalam dua musimnya bersama City.
Musim ini bersama Atletico, ia juga menunjukkan kontribusi positif di Liga Champions dengan empat gol dari enam pertandingan.
Secara statistik, Alvarez unggul dalam banyak aspek yang saat ini kurang dimiliki Arsenal.
Ia memiliki rasio penyelesaian akhir di atas rata-rata Expected Goals (xG), aktif dalam membangun serangan, serta unggul dalam jumlah tembakan, assist, dan penciptaan peluang per 90 menit dibandingkan Gyokeres maupun Jesus.
Karakter bermainnya yang gemar turun menjemput bola juga dinilai lebih cocok dengan pola serangan Arsenal yang cair dan berbasis kombinasi.
Meski begitu, Alvarez bukan tanpa catatan. Bermain sebagai penyerang tunggal di sistem Arsenal tetap akan menjadi tantangan besar.
Bahkan di Atletico, ia belum mencetak gol di La Liga sejak awal November ketika dimainkan lebih dalam oleh Diego Simeone.
Fakta ini menegaskan bahwa problem Arsenal bukan semata soal individu, melainkan juga persoalan struktural dalam sistem serangan.
Minat Arsenal terhadap Alvarez dengan nilai fantastis ini pada akhirnya mencerminkan satu hal: kepanikan yang terukur.
Klub sadar betul bahwa tidak ada jaminan sukses dalam transfer striker, namun mereka juga memahami bahwa mempertahankan kondisi saat ini jauh lebih berisiko.
Dengan ambisi juara yang belum tercapai, Arsenal tampaknya siap mengambil taruhan besar. (tsy)