- instagram Senne Lammens
Bukan Onana, Bukan Bayindir: Manchester United Temukan Kiper Tenang Tanpa Drama
tvOnenews.com - Manchester United kerap identik dengan pemain bintang dan sorotan besar. Namun, di tengah hiruk-pikuk nama besar yang datang dan pergi, Setan Merah ternyata menyimpan potensi lain: pemain bertalenta yang tidak langsung bersinar di mata publik.
Sosok itu kini mulai terlihat pada diri Senne Lammens, kiper muda yang datang tanpa hype besar, tetapi justru perlahan menunjukkan kualitasnya.
Di saat banyak rekrutan mahal MU kesulitan memenuhi ekspektasi, Lammens hadir dengan cara berbeda.
Tidak banyak dibicarakan, minim sorotan media, namun konsisten dan tenang di bawah tekanan. Situasi ini justru sesuai dengan filosofi klub, yang dalam beberapa musim terakhir mulai menghargai pemain “low profile” dengan kontribusi nyata.
Penampilan Lammens melawan Arsenal menjadi titik balik persepsi publik terhadap kiper muda asal Belgia tersebut.
Ujian Berat di Emirates, Lammens Tak Gentar
Manchester United sejatinya mengambil risiko besar saat merekrut Senne Lammens pada musim panas ini.
Ia bukan nama populer dan datang dengan status kiper muda yang belum teruji di level tertinggi. Namun, risiko itu mulai menunjukkan hasil positif, terutama saat MU bertandang ke Emirates Stadium menghadapi Arsenal.
- instagram Senne Lammens
Sebuah foto viral yang beredar awal pekan ini memperlihatkan Lammens dikelilingi pemain dari kedua tim. Momen tersebut menggambarkan betapa beratnya ujian yang ia hadapi.
Arsenal jelas menilai Lammens sebagai titik lemah potensial. The Gunners berkali-kali mengerumuni sang kiper, menghalangi pergerakannya, dan mengirim umpan silang ke area enam yard.
Taktik ini sebelumnya sukses ketika menghadapi Andre Onana dan Altay Bayindir. Namun, berbeda dari pendahulunya, Lammens tampil tenang. Tidak terlihat kepanikan meski terus ditekan.
Ia mampu membaca situasi dengan baik, menguasai area kotak penalti, serta menunjukkan distribusi bola yang aman.
Kepercayaan rekan setim pun cepat terbentuk. Hal ini tercermin dari unggahan Instagram Harry Maguire yang menampilkan Lammens dikelilingi banyak pemain, disertai caption bercanda dari sang kapten: “Ayo Senne Lammens, cetak gol lagi untuk kita!”
Game Transfer yang Mulai Terbayar
Melansir dari Manchester Evening News, secara usia dan pengalaman, Lammens jelas belum ideal sebagai kiper utama klub sebesar Manchester United. Ia baru berusia 23 tahun, usia yang relatif muda untuk penjaga gawang pilihan pertama.
Sebelum hijrah ke Old Trafford, ia hanya mencatatkan 68 penampilan di divisi teratas Belgia. Meski begitu, MU tetap berani menebusnya dengan nilai transfer sekitar £18,2 juta.
Keputusan ini merupakan hasil kerja departemen pencari bakat klub, khususnya Tony Coton, yang menilai Lammens memiliki potensi besar.
Merekrut kiper dari liga Belgia dan langsung memberinya panggung Premier League jelas sebuah perjudian. Namun sejauh ini, langkah tersebut terlihat tepat.
Lammens menjalani musim yang solid dan dianggap memiliki prospek jangka panjang yang tidak dimiliki opsi lain seperti Emiliano Martinez, kiper Argentina yang sempat diinginkan Ruben Amorim.
Bahkan pada debutnya, Lammens tampil begitu percaya diri hingga mendapat nyanyian dari suporter: "Apakah kamu Schmeichel yang menyamar?” Sebuah pujian besar bagi kiper muda, mengingat legenda Peter Schmeichel adalah salah satu ikon terbesar klub.
Profil dan Prestasi Senne Lammens
Senne Lammens adalah kiper asal Belgia berusia 23 tahun yang dikenal dengan ketenangan dan kemampuan bermain dengan kaki.
Sebelum bergabung dengan Manchester United, ia menghabiskan karier profesionalnya di liga domestik Belgia, mengoleksi 68 penampilan di kasta tertinggi.
Meski belum memiliki deretan trofi besar, reputasi Lammens dibangun dari konsistensi dan kematangan di usia muda.
Keunggulannya terletak pada penguasaan bola, pengambilan keputusan, serta keberanian mengklaim bola udara sesuatu yang kerap menjadi masalah bagi kiper MU sebelumnya.
Bersama Manchester United, ia kini mulai membangun reputasi sebagai penjaga gawang yang tenang, disiplin, dan tahan tekanan.
Jika perkembangan ini terus berlanjut, Senne Lammens berpotensi menjadi contoh sukses rekrutan “tak bersinar” yang justru berubah menjadi aset penting.
Manchester United tampaknya menemukan sesuatu yang mereka sukai: pemain yang bekerja dalam diam, tanpa sorotan berlebihan, namun memberi dampak besar di lapangan. (udn)