- instagram Michael Carrick
Michael Carrick Tidak Pernah Berkata Ingin Menjadi Manajer Permanen Manchester United: 'Saya Merasa Seperti di Rumah'
Tiga Debut Manis yang Mengubah Persepsi
Tak bisa dipungkiri, posisi Carrick saat ini diperkuat oleh hasil di lapangan. Kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham menjadi pembuktian bahwa ia bukan sekadar solusi sementara.
Di tiga laga itu, United tampil lebih terorganisir, rasional dalam membaca lawan, dan disiplin dalam menjaga struktur permainan.
Carrick tidak menjanjikan revolusi, tetapi menghadirkan stabilitas. Pendekatan pragmatisnya membuat pemain terlihat memahami peran masing-masing.
Chemistry mulai terbentuk, dan ruang ganti tampak tenang—sesuatu yang jarang terlihat dalam beberapa musim terakhir.
Meski demikian, Carrick tetap menolak larut dalam narasi kemenangan. Ketika ditanya apakah tiga kemenangan beruntun mengubah pandangannya soal masa depan, ia menjawab singkat namun tegas.
“Saya menyukai apa yang saya lakukan. Saya di sini. Saya merasa seperti di rumah di sini, tetapi saya sepenuhnya memahami situasinya, jadi saya tidak terlalu terbawa suasana.”
Struktur Pelatih, Cedera, dan Pertimbangan Klub
Di sisi lain, Manchester United juga belum terburu-buru mengambil keputusan. Klub berjanji akan mengevaluasi seluruh kandidat yang layak.
Sementara sebuah sumber terpercaya mengatakan kepada BBC Sport bahwa menunjuk manajer yang masih terikat agenda besar seperti Piala Dunia bisa menjadi “risiko besar”, baik dari sisi teknis maupun reputasi.
Carrick sendiri mulai membangun fondasi kepelatihan yang solid. Kehadiran Steve Holland, Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion dipandang sebagai langkah cerdas.
Carrick mengakui bahwa koneksi melalui saudaranya, Graeme Carrick, membuka jalan bagi bergabungnya Holland.
“Saya tahu betul pengalaman dan kualitasnya. Kami langsung cocok,” ujar Carrick. “Dia tahu apa yang dibutuhkan untuk memenangkan trofi, dengan gaya dan tipe pemain yang berbeda.”
Di luar itu, Carrick juga mengonfirmasi bahwa Patrick Dorgu kemungkinan absen hingga 10 minggu akibat cedera hamstring—pengingat bahwa tantangan teknis tetap ada di tengah momentum positif.
Michael Carrick tidak pernah berkata ingin menjadi manajer permanen Manchester United. Namun melalui hasil, sikap, dan kata-kata yang terukur, ia membiarkan klub menarik kesimpulan sendiri.