- instagram manutd
Gara-gara Efisiensi Anggaran, MU Raup Cuan Capai Rp655 miliar
Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United (MU) melaporkan kinerja keuangan yang jauh lebih positif pada paruh pertama tahun fiskal terbaru. Klub berjuluk Setan Merah itu mencatat laba operasional sebesar Rp655 miliar dalam enam bulan awal, berbalik dari kerugian sekitar Rp78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dikutip dari Mirror, manajemen klub menilai perbaikan tersebut tidak lepas dari strategi efisiensi besar-besaran yang diterapkan sejak tahun lalu. Program pengurangan biaya operasional serta restrukturisasi jumlah karyawan disebut menjadi faktor utama dalam membalikkan kondisi keuangan.
Pada kuartal kedua saja, MU membukukan laba operasional sekitar Rp394 miliar. Angka itu melonjak signifikan dibandingkan Rp62 miliar pada kuartal yang sama tahun fiskal sebelumnya.
Pencapaian tersebut juga meningkat dari laba sekitar Rp262 miliar yang diraih pada kuartal pertama musim ini. Selain kinerja finansial, posisi tim putra yang berada di peringkat empat Liga Inggris dan tim putri di peringkat kedua Women’s Super League turut menjadi sorotan.
CEO Manchester United, Omar Berrada, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan dampak dari kebijakan sulit yang diambil pemilik baru. Keputusan sulit yang dibuat dalam setahun terakhir oleh Sir Jim Ratcliffe memungkinkan perubahan haluan tersebut dan pesan itu terus disampaikan.
Ratcliffe memang memimpin serangkaian langkah penghematan sejak membeli saham MU pada Februari 2024. Kebijakan tersebut termasuk pemangkasan anggaran dan pengurangan tenaga kerja dalam skala besar.
Berrada juga menegaskan dampak transformasi tersebut mulai terlihat secara nyata.
“Sekarang kita melihat dampak finansial positif dari transformasi di luar lapangan yang terwujud baik dalam biaya maupun profitabilitas kita. Kami terus mengambil pendekatan yang mengutamakan sepak bola dan berinvestasi di tim utama putra dan putri kami," ujar Berrada.
Ia juga menyoroti performa di lapangan yang mendukung optimisme klub.
"Di lapangan, tim putra kami berada di peringkat ke-4 Liga Primer dan tim putri kami berada di peringkat ke-2 Liga Super Wanita, serta mencapai Final Piala Liga dan perempat final Liga Champions Wanita UEFA. Hasil hari ini menunjukkan kekuatan mendasar bisnis kami saat kami terus berupaya meraih hasil sepak bola terbaik bagi tim putra dan putri kami," katanya.
Sumber internal menyebut pengelolaan struktur biaya yang lebih efisien menjadi kunci peningkatan profitabilitas. Klub juga diyakini berada dalam posisi kuat jika berhasil kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Meski demikian, pendapatan dari hari pertandingan pada kuartal tersebut menurun. United hanya meraup sekitar Rp995 miliar, turun sekitar Rp50 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini dipicu berkurangnya tiga laga kandang di kompetisi piala. Namun, klub mengklaim performa pendapatan dari tujuh laga kandang liga membantu menahan penurunan lebih dalam.
Pendapatan komersial juga tercatat turun menjadi sekitar Rp1,57 triliun. Meski demikian, beban operasional berhasil ditekan hingga sekitar Rp450 miliar.
Di sisi lain, investasi pada skuad utama membuat amortisasi pemain naik sekitar Rp104 miliar menjadi Rp1,09 triliun. Kondisi ini mencerminkan strategi klub yang tetap agresif dalam memperkuat tim.
Fokus utama United kini tertuju pada target kembali ke kompetisi Eropa. Liga Champions disebut sebagai prioritas setelah pemecatan Ruben Amorim pada awal Januari.
Jika mampu lolos, United berpotensi meraih pendapatan hampir Rp2 triliun dari hadiah dan hak siar. Target tersebut diyakini menjadi kunci untuk mempercepat kebangkitan klub baik secara finansial maupun prestasi. (fan)