- Action Images via Reuters/Matthew Childs
Karier Igor Tudor Hancur? Seusai Juventus, Tottenham Hotspur Resmi Pecat Pelatih Asal Kroasia!
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari kursi kepelatihan Tottenham Hotspur. Klub asal London itu resmi berpisah dengan pelatih asal Kroasia, Igor Tudor, setelah masa jabatan yang sangat singkat.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi melalui situs klub, yang menyebut perpisahan ini sebagai “kesepakatan bersama”. Tak hanya Tudor, dua stafnya yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga turut angkat kaki dari Tottenham.
Kepergian Tudor sejatinya sudah bisa diprediksi. Dalam tujuh pertandingan yang ia pimpin sejak ditunjuk pada 14 Februari, performa Tottenham jauh dari kata memuaskan.
Di ajang Liga Primer Inggris, Spurs hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan empat kekalahan.
Secara keseluruhan, Tudor mencatatkan satu kemenangan dramatis 3-2 atas Atletico Madrid, satu hasil imbang, dan lima kekalahan di semua kompetisi. Rentetan hasil buruk tersebut membuat posisinya tak lagi aman.
Meski begitu, keputusan pemecatan sempat ditunda selama sepekan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati klub, mengingat Tudor tengah berduka atas meninggalnya sang ayah secara mendadak.
Situasi ini semakin mempertegas musim buruk yang dialami Tudor. Sebelumnya, ia juga telah lebih dulu didepak oleh Juventus pada 27 Oktober lalu.
Saat itu, rentetan lima hasil imbang dan tiga kekalahan beruntun menjadi alasan utama manajemen mengambil langkah tegas.
Pelatih berusia 47 tahun tersebut memang dikenal memiliki kedekatan kuat dengan sepak bola Italia. Sebagai pemain, ia pernah membela Juventus dan Siena pada periode 1998 hingga 2007.
Sementara dalam karier kepelatihannya, Tudor sempat menangani sejumlah klub seperti Udinese, Verona, Lazio, hingga kembali ke Juventus.
Kini, masa depan Igor Tudor kembali menjadi tanda tanya besar. Dua kali dipecat dalam satu musim tentu menjadi catatan kelam bagi pelatih asal Kroasia tersebut, sekaligus menjadi peringatan keras akan ketatnya persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa.