- Action Images via Reuters/Matthew Childs
Arsenal Jadi 'Satpam Trofi' Lagi? The Gunners Kehilangan 2 Gelar Usai Telan 2 Kekalahan Beruntun
Jakarta, tvOnenews.com - Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah kehilangan dua peluang gelar dalam waktu berdekatan. Dua kekalahan beruntun di kompetisi berbeda membuat The Gunners kembali gagal mengangkat trofi.
Situasi tersebut pun kembali memunculkan julukan lama yang diberikan netizen kepada Arsenal, yakni ‘satpam trofi’. Istilah ini muncul karena mereka kerap hanya mampu melaju jauh, namun gagal mengamankan trofi di fase penentuan.
Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal memang sering tampil kompetitif di berbagai ajang. Namun pada momen krusial, mereka justru kerap terpeleset dan memberi jalan bagi lawan untuk menjadi juara.
Kondisi itu kembali terulang jelang dan setelah jeda internasional atau FIFA Matchday. Arsenal terlebih dahulu harus mengakui keunggulan Manchester City pada partai final Carabao Cup.
Pada laga tersebut, The Gunners tak mampu membendung permainan The Citizens. Mereka akhirnya kalah dengan skor 0-2 setelah Nico O'Reilly mencetak gol yang memastikan kemenangan Manchester City.
Kekalahan di final itu menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Harapan meraih trofi domestik pun langsung sirna sebelum jeda internasional dimulai.
Alih-alih bangkit setelah jeda, performa Arsenal justru belum menunjukkan perbaikan berarti. Mereka kembali tersandung saat tampil di ajang berbeda.
Menghadapi Southampton di babak perempat final Piala FA, Arsenal kembali harus menelan kekalahan. Kali ini mereka takluk dengan skor 1-2 dalam laga yang berlangsung ketat.
Kekalahan lawan Southampton jelas mengecewakan. Pasalnya, Mikel Arteta tetap menurunkan sejumlah pemain bintang di laga ini. Martin Odegaard, Gabriel Magalhaes, Kai Havertz, Ben White, Gabriel Martinelli, hingga Gabriel Jesus adalah nama-nama tenar yang bermain di laga lawan Southampton.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Arsenal tidak menganggap remeh kompetisi tersebut. Namun, keberadaan para pemain inti tetap belum cukup untuk menghindarkan mereka dari hasil negatif.
Pada babak kedua, jumlah pemain bintang yang diturunkan bertambah. Viktor Gyokeres, William Saliba, Noni Madueke, Riccardo Calafiori, hingga Martin Zubimendi ikut masuk dalam upaya Arsenal memburu kemenangan.
Masuknya sejumlah pemain tambahan itu sempat memberikan harapan bagi Arsenal. Akan tetapi, mereka tetap gagal membalikkan keadaan hingga peluit panjang berbunyi.