news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Elkan Baggott berpisah dari Ipswich Town.
Sumber :
  • Ipswich Town

Mengenal Millwall FC, Klub yang Kini Jadi Rumah Baru Elkan Baggott di Liga Inggris

Mengenal Millwall FC, klub bersejarah yang menjadi rumah baru Elkan Baggott usai ditebus permanen dari Ipswich Town.
Kamis, 16 Juli 2026 - 20:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, resmi memulai petualangan baru dalam karier profesionalnya setelah bergabung secara permanen dengan Millwall FC pada bursa transfer musim panas 2026.

Kepindahan dari Ipswich Town itu menjadi salah satu langkah paling penting dalam perjalanan bek berusia 23 tahun tersebut, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk tampil reguler di kompetisi Championship, kasta kedua sepak bola Inggris.

Millwall mengikat Baggott dengan kontrak jangka panjang sebagai bagian dari proyek memperkuat lini belakang jelang musim 2026/2027.

Kehadiran bek jangkung Timnas Indonesia itu pun langsung mendapat perhatian besar, baik dari publik Inggris maupun pencinta sepak bola Tanah Air.

Lantas, seperti apa sebenarnya klub yang kini menjadi rumah baru Elkan Baggott?

Millwall bukanlah nama asing dalam sejarah sepak bola Inggris. Klub yang dijuluki The Lions itu berdiri pada tahun 1885 dengan nama Millwall Rovers.

Awalnya, klub didirikan oleh para pekerja pabrik pengalengan makanan JT Morton's di kawasan Isle of Dogs, London Timur. 

Seiring perkembangan waktu, nama klub berubah menjadi Millwall Athletic sebelum akhirnya resmi dikenal sebagai Millwall Football Club.

Kini Millwall bermarkas di The Den, stadion berkapasitas sekitar 20 ribu penonton yang terletak di London Tenggara. 

Stadion tersebut dikenal sebagai salah satu kandang dengan atmosfer paling bergairah di Championship, di mana dukungan suporter tuan rumah sering menjadi tekanan tersendiri bagi tim tamu.

Meski belum pernah meraih gelar kasta tertinggi sepak bola Inggris, Millwall memiliki sejarah yang cukup membanggakan.

Klub ini berhasil promosi ke divisi utama pada 1988. Menariknya, pada musim pertama mereka di kasta elite, Millwall langsung finis di peringkat ke-10, yang hingga kini masih menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub di level tertinggi.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Millwall pernah mampu bersaing dengan klub-klub besar Inggris.

Salah satu pencapaian paling bersejarah Millwall terjadi pada musim 2003/2004.

Saat itu, The Lions secara mengejutkan berhasil melaju hingga final Piala FA. Meski akhirnya kalah 0-3 dari Manchester United, pencapaian tersebut tetap dikenang sebagai momen emas klub.

Karena Manchester United telah lolos ke Liga Champions melalui jalur liga, Millwall memperoleh tiket tampil di Piala UEFA (kini Liga Europa). Itu menjadi pengalaman pertama sekaligus salah satu tonggak penting dalam sejarah internasional klub.

Dalam satu dekade terakhir, Millwall dikenal sebagai salah satu tim yang cukup stabil di Championship.

Klub asal London tersebut beberapa kali mampu bersaing di papan atas dan masuk persaingan zona play-off promosi menuju Premier League.

Meski belum berhasil kembali ke kasta tertinggi, Millwall terus membangun skuad yang kompetitif.

Untuk musim 2026/2027, manajemen menargetkan peningkatan prestasi dengan mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Elkan Baggott.

Keputusan merekrut Elkan Baggott bukanlah tanpa pertimbangan.

Manajemen Millwall telah memantau perkembangan bek Timnas Indonesia itu sejak beberapa musim terakhir saat menjalani masa peminjaman di berbagai klub EFL, seperti Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, hingga Blackpool.

Manajer Millwall, Steve Gallen, mengungkapkan bahwa Baggott memang sudah lama masuk dalam radar klub.

Menurutnya, Elkan tidak hanya memiliki kualitas bertahan yang baik, tetapi juga menunjukkan perkembangan signifikan serta karakter yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Postur Elkan yang mencapai 196 sentimeter menjadi nilai tambah besar. Ia dikenal kuat dalam duel udara, agresif saat bertahan, dan cukup nyaman membangun serangan dari lini belakang.

Karakter tersebut sangat sesuai dengan gaya bermain Championship yang terkenal mengandalkan duel fisik, tempo cepat, dan intensitas tinggi.

Selain kemampuan teknis, pengalaman Elkan bermain di berbagai klub Inggris membuat proses adaptasinya diperkirakan tidak akan terlalu sulit.

Kepindahan ini juga menjadi momentum penting bagi Elkan setelah kesulitan menembus skuad utama Ipswich Town, terutama sejak klub tersebut berhasil promosi ke Premier League.

Dengan bergabung ke Millwall secara permanen, peluang mendapatkan menit bermain secara reguler menjadi jauh lebih besar.

Jam terbang yang konsisten sangat penting bagi perkembangan kariernya, sekaligus menjaga posisinya sebagai salah satu bek utama Timnas Indonesia dalam menghadapi agenda besar seperti Piala AFF 2026 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Apabila mampu tampil impresif bersama Millwall, bukan tidak mungkin pintu menuju Premier League akan kembali terbuka bagi bek kelahiran Bangkok tersebut.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
01:10
01:48
08:00
01:13
06:45

Viral