- Reuters/Lee Smith
Bruno Fernandes Bongkar Biang Kerok MU Dipermalukan Hull, Ada Taktik Mengejutkan yang Bikin Setan Merah Tak Berdaya
Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United mengawali Liga Inggris 2026-2027 dengan hasil mengejutkan setelah takluk 0-2 dari tim promosi Hull City di MKM Stadium, Sabtu (22/8/2026). Kapten MU, Bruno Fernandes, menilai timnya kembali mengulangi kesalahan yang sama seperti musim lalu, terutama saat menghadapi pertandingan tandang.
Dua gol Hull yang dicetak Semi Ajayi dan Nobel Mendy pada babak pertama membuat Setan Merah pulang tanpa poin. Menurut Fernandes, buruknya antisipasi bola mati menjadi salah satu penyebab utama Manchester United gagal menghindari kekalahan.
“Kesalahan yang sama seperti musim lalu, di setiap pertandingan tandang kami terlalu banyak memberikan bola kepada mereka,” jelasnya kepada TNT Sports.
“Dalam 20 menit pertama, kiper adalah pemain yang paling banyak menyentuh bola," lanjutnya,
Bruno Fernandes juga menyoroti perubahan taktik yang dilakukan Hull secara tiba-tiba. The Tigers yang sebelumnya menggunakan empat bek sepanjang pramusim justru tampil dengan lima pemain belakang ketika menghadapi Manchester United.
“Mereka bermain dengan formasi empat bek sepanjang pramusim, tetapi menggunakan lima bek melawan kami untuk mendapatkan keunggulan tinggi badan, untuk momen-momen seperti ini. Hal yang paling membuat frustrasi adalah kami kalah dalam pertandingan itu," ucapnya.
Perubahan tersebut terbukti efektif karena Hull mampu memanfaatkan situasi bola mati untuk menghukum pertahanan United. Ajayi membuka keunggulan pada menit ke-17, sebelum Mendy menggandakan skor lewat situasi tendangan bebas pada menit ke-38.
Bruno Fernandes mengakui Manchester United sebenarnya lebih banyak menguasai permainan setelah tertinggal. Namun, dominasi tersebut tidak cukup karena Hull tampil jauh lebih agresif dan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
“Kami tahu di Liga Premier, stadion-stadion seperti ini sangat sulit untuk dimainkan. Anda perlu menandingi segalanya dalam hal intensitas, agresi, dan segalanya," katanya.
Kekalahan tersebut menjadi awal mengecewakan bagi Michael Carrick sebagai pelatih permanen Manchester United. Hasil ini sekaligus menjadi alarm bagi MU karena mereka harus segera memperbaiki pertahanan bola mati dan meningkatkan intensitas permainan sebelum laga berikutnya. (fan)