news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden

Bukan Sekadar Boikot, UEFA Siapkan Proses Pidana untuk Jatuhkan Presiden FIFA Gianni Infantino

UEFA menyiapkan proses pidana di Swiss terhadap Gianni Infantino terkait rencana investasi FIFA yang batal. Langkah ini bisa mengguncang kursinya.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:33 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Konflik UEFA dan FIFA memasuki babak baru setelah UEFA dilaporkan tengah mempersiapkan langkah pidana terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Upaya tersebut berkaitan dengan rencana kontroversial FIFA yang sebelumnya ingin menjual sebagian hak komersial turnamen kepada investor swasta.

Langkah UEFA tidak berhenti pada tekanan politik untuk menggulingkan Infantino dari kursi Presiden FIFA. Berdasarkan dokumen hukum yang diajukan di Amerika Serikat, UEFA sedang berusaha mengumpulkan bukti yang nantinya dapat digunakan dalam proses hukum di Swiss, tempat FIFA bermarkas.

Dalam pengajuan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, UEFA meminta akses terhadap dokumen dan kesaksian dari pihak-pihak yang terlibat dalam rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). Salah satu pihak yang menjadi sasaran adalah perusahaan investasi Thrive Capital beserta CEO-nya, Joshua Kushner, serta JPMorgan yang disebut terlibat dalam rencana tersebut.

Dokumen itu menyebut UEFA bersama pihak terkait sedang mempersiapkan gugatan pidana di Swiss terhadap Infantino dan kemungkinan pejabat maupun penasihat FIFA lainnya. Dasar yang dipertimbangkan adalah dugaan *criminal mismanagement* berdasarkan Pasal 158 Kitab Undang-Undang Pidana Swiss.

"UEFA dan pihak-pihak terkait lainnya sedang bersiap untuk mengajukan tuntutan pidana di Swiss terhadap Infantino dan mungkin pejabat serta penasihat FIFA lainnya atas kesalahan pengelolaan kriminal berdasarkan Pasal 158 Kitab Undang-Undang Pidana Swiss dan dakwaan lebih lanjut atau alternatif lainnya yang didukung oleh catatan fakta yang telah dikembangkan, yang timbul dari penataan, penilaian, pembiayaan, dan pemasaran rahasia suatu transaksi yang menimbulkan kerugian langsung dan nyata pada reputasi, wewenang tata kelola, dan hubungan komersial FIFA yang merugikan FIFA serta 211 anggotanya, termasuk 55 asosiasi anggota UEFA," bunyi dokumen seperti yang dikutip dari Sky News.

UEFA menilai rencana FFE disusun secara tertutup dan tidak melalui konsultasi yang memadai dengan struktur pemerintahan FIFA. Organisasi sepak bola Eropa tersebut juga mempertanyakan proses penilaian aset serta potensi dampak finansial dan reputasi terhadap FIFA beserta seluruh 211 asosiasinya.

Rencana yang menjadi sumber konflik itu sebelumnya berkaitan dengan gagasan menjual sebagian keuntungan masa depan Piala Dunia kepada investor swasta. Proposal tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA dan sejumlah pihak lain hingga akhirnya ditarik oleh FIFA.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral