- Inter.it
Bukan Donatur tapi Ngatur, Eks Pelatih AC Milan Terang-terangan Ejek Inter Milan: Gaya Mainnya Nggak Jelas!
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih legendaris AC Milan, Arrigo Sacchi, melontarkan kritik pedas kepada rival sekota, Inter Milan.
Menurutnya, Nerazzurri hingga kini belum memiliki gaya permainan yang jelas, baik di era Simone Inzaghi maupun di bawah asuhan Cristian Chivu.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Sacchi menilai Inter terlalu mengandalkan taktik kaku tanpa identitas permainan yang menarik.
Padahal, Inter sempat meraih Scudetto 2023/24 dan kembali bersaing musim lalu, namun performanya dinilai masih jauh dari meyakinkan.
Inzaghi disebut terlalu terpaku pada formasi 3-5-2 sehingga membuat timnya mudah ditebak lawan.
Harapan sempat muncul saat Cristian Chivu resmi ditunjuk sebagai pelatih baru pada Juni lalu. Debutnya bahkan berjalan mulus dengan kemenangan telak 5-0 atas Torino.
Namun, kelemahan Inter kembali terlihat ketika dipermalukan Udinese 1-2 di Giuseppe Meazza pada pekan kedua Serie A. Sacchi pun melontarkan sindiran tajam.
“Seorang teman saya yang fans Inter bertanya: ‘Arrigo, kalau kamu jadi Chivu, apa yang akan kamu lakukan?’ Saya jawab, ‘Saya akan tetap berpegang pada ide saya, seperti yang selalu saya lakukan sepanjang karier,’” kata Sacchi.
“Teman saya bilang, ‘Mungkin butuh beli pemain.’ Saya jawab, ‘Bukan, yang harus dibeli itu permainan. Lebih murah, dan tidak pernah cedera.’ Itulah masalahnya, Inter sampai sekarang belum punya permainan,” tegasnya.
Menurut Sacchi, kritik kepada Chivu memang tak terelakkan, terutama setelah kalah di kandang sendiri dari Udinese.
“Kalau kamu melatih Inter lalu kalah di Meazza dari Udinese, jelas tidak akan ada tepuk tangan. Saat ini Inter Chivu masih abu-abu, belum jelas timnya sendiri atau masih bayangan Inzaghi,” ujarnya.
Sebagai saran, Sacchi meminta Chivu lebih fokus menanamkan ide permainan ke dalam pikiran para pemain.
“Melawan Udinese, saya melihat tim yang tidak harmonis dan tidak seimbang. Padahal harmoni dan keseimbangan adalah fondasi tim besar mana pun,” tutup eks pelatih legendaris AC Milan itu.
(sub)