- REUTERS/Issei Kato
Pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers Dibekukan, Asosiasi Pemain Belanda Murka kepada FC Twente: Ini Perundungan!
Jakarta, tvOnenews.com - Seiring dengan dibekukannya pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dari skuad FC Twente sejak awal musim, Asosiasi Pemain Belanda (VVCS) melontarkan kritikannya.
Masa depan sang bek tengah berusia 24 tahun telah dipertanyakan di sepanjang bursa transfer musim panas lalu lantaran kontraknya hendak habis pada tahun depan.
Itu bukanlah hal yang mengherankan jika Hilgers akhirnya menginginkan hengkang dengan sisa kontrak setahun, namun dia kesulitan menemukan pembeli.
- FC Twente
Twente juga telah memperbolehkannya hengkang, namun tak kunjung ada tim yang datang merekrutnya.
Kini, Hilgers masih di Twente, dengan bursa transfer yang sudah ditutup, namun dia mungkin tidak akan bermain lagi hingga kontraknya habis tahun depan.
Sang pemain Timnas Indonesia dipaksa untuk menandatangani perpanjangan kontrak oleh direktur teknis Jan Streuer.
Hingga hal itu terjadi, Hilgers dinilai tidak akan pernah kembali ke skuad Twente, seperti yang telah dikonfirmasi oleh pelatih John van den Brom.
Van den Brom mengklaim bahwa dirinya tidak diperbolehkan untuk memainkan Hilgers hingga masalah kontraktualnya selesai.
- Kitagaruda.id
Hal ini mengundang amarah dari direktur Asosiasi Pemain Kontrak Belanda (VVCS), Louis Everard, yang menganggap Twente telah menyalahgunakan kekuasaannya.
Menurut Everard, hal yang dilakukan oleh The Tukkers adalah bentuk perundungan terhadap Hilgers.
“Itu tampaknya klub menyalahgunakan kekuasaan. Fakta bahwa dia tidak akan bermain terkecuali kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka,” kata Everard kepada Voetbal International.
“Itu pada dasarnya adalah perundungan. Itu tidak sesuai dengan praktik pemberi kerja, dan saya pikir ada dasar hukum untuk melaksanakan bisnis di sini,” tambahnya.
- REUTERS/Issei Kato
Everard menyinggung situasi yang terjadi di Ajax Amsterdam ketika sekelompok pemain dilarang menggunakan tempat latihan dan harus melakukan segalanya secara terpisah.
“Kami sangat jengkel dengan ini dan mempertanyakannya dengan Ajax, karena ini tentunya bukanlah cara yang tepat untuk memperlakukan pekerja Anda,” tandasnya.