news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri saat Hadapi Virtus Entella di Laga Uji Coba.
Sumber :
  • AC Milan

3 Pelajaran yang Dipetik Allegri Usai AC Milan Keok 2-3 dari Tim Serie B di Laga Uji Coba: Perubahan Formasi hingga Duet Baru Lini Depan Rossoneri

Tiga pelajaran penting yang bisa dipetik Allegri usai AC Milan menelan kekalahan 2-3 dari Virtus Entella dalam laga uji coba, Jumat (14/11/2025) malam.
Sabtu, 15 November 2025 - 18:33 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – AC Milan harus menelan kekalahan 2-3 dari Virtus Entella dalam laga uji coba yang digelar pada Jumat (14/11/2025) malam. Hasil ini memang tidak ideal, namun tujuan utama pertandingan adalah menguji kebugaran para pemain.

Fokus publik terutama tertuju pada kondisi beberapa pemain yang baru pulih cedera, termasuk Christian Pulisic dan Ardon Jashari. Keduanya tampil penuh dan berhasil menyelesaikan 90 menit, yang menjadi kabar baik bagi Rossoneri.

Meski demikian, ada kekhawatiran soal tiga gol yang bersarang ke gawang Milan. Tim yang diturunkan Allegri adalah kombinasi pemain inti dan skuad muda Futuro, sehingga tidak mencerminkan kekuatan penuh klub.

Pemain AC Milan, Christian Pulisic saat Hadapi Virtus Entella
Sumber :
  • acmilan

 

Lini belakang Milan pada laga ini hampir sepenuhnya diisi pemain muda yang minim pengalaman. Kondisi tersebut membuat struktur pertahanan rapuh dan memberi ruang bagi Entella untuk mencetak gol.

Walau begitu, laga ini tetap memberikan sejumlah pelajaran penting bagi Massimiliano Allegri. Ia ingin melihat bagaimana para pemain bereaksi dalam pertandingan intens setelah jeda panjang.

Berikut tiga pelajaran yang bisa diambil Massimiliano Allegri usai kekalahan yang dirasakan AC Milan atas Virtus Entella:

Jashari Hampir Siap Kembali ke Level Tertinggi
Performa Ardon Jashari menjadi perhatian utama karena ia baru kembali bermain setelah mengalami patah tulang fibula. Pada babak pertama, gelandang asal Swiss itu tampil dominan dan menegaskan kualitas yang membuat Milan berani berinvestasi besar.

Gaya bermainnya mengalir dan ia terlihat sangat tenang dalam distribusi bola dari lini tengah. Meski sempat dibandingkan dengan Luka Modric, kemampuan itu tentu masih dalam tahap berkembang.

Namun pada babak kedua, performanya menurun karena masalah kebugaran mulai terlihat. Hal ini wajar mengingat ia langsung dimainkan 90 menit setelah absen hampir tiga bulan.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa Jashari masih membutuhkan beberapa pertandingan sebelum benar-benar siap menjadi starter di Serie A. Karena itu, laga Coppa Italia melawan Lazio pada 4 Desember diprediksi menjadi momentum ideal untuk comeback resminya.

Gelandang AC Milan, Ardon Jashari
Sumber :
  • AC Milan

 

Allegri menilai menit bermain penuh sangat penting untuk membangun ritme dan kepercayaan diri Jashari. Hal ini juga mempercepat proses adaptasinya terhadap intensitas permainan Milan.

Perubahan Formasi yang Menarik Perhatian
Sepanjang musim ini, Allegri beberapa kali mengubah pendekatan taktik karena keterbatasan pemain. Ia sempat mencoba formasi 4-3-3, namun tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Ia kemudian lebih sering menggunakan 3-5-2 untuk menyesuaikan karakter pemain yang dimiliki. Formasi itu memberi fleksibilitas lebih saat menghadapi tim dengan gaya berbeda.

Namun dalam laga uji coba ini, Allegri kembali mencoba 4-3-3 meski tanpa Fikayo Tomori dan Alexis Saelemaekers yang biasanya menjadi kunci fleksibilitas taktik. Keputusan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai formasi ideal Milan.

Di sisi lain, Milan kebobolan tiga gol saat memakai empat bek, sehingga menimbulkan keraguan apakah sistem itu cocok untuk kondisi skuad saat ini. Allegri tampaknya masih menimbang opsi jangka panjang sambil memaksimalkan pemain yang tersedia.

Pulisic dan Leao Bisa Jadi Duet Berbahaya
Christian Pulisic diuji dalam beberapa peran berbeda sepanjang laga. Pada babak pertama, ia kerap bergerak menginversi ke tengah meski berperan sebagai winger.

Selebrasi Christian Pulisic Bersama AC Milan
Sumber :
  • AC Milan

 

Gol yang dicetaknya lahir dari pergerakan cerdas dan penyelesaian rapi setelah menerima umpan terobosan. Di babak kedua, Pulisic dipasang sebagai poros serangan di antara dua winger.

Performa itu menunjukkan bahwa ia mungkin lebih efektif bila bermain berdampingan dengan Rafael Leao. Keduanya memiliki kemampuan mencetak gol sekaligus menciptakan peluang, sehingga berpotensi menjadi duet eksplosif.

Milan memang masih membutuhkan striker tambahan, tetapi kombinasi Pulisic–Leao bisa menjadi solusi sementara. Duet ini mampu meningkatkan ancaman serangan Rossoneri hingga bursa transfer kembali dibuka.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral