- REUTERS/Vincent West/File Photo
Terbongkar! Xabi Alonso Pernah Marah Besar di Latihan Real Madrid, Pemain Disebut Seperti di Tempat Penitipan Anak
Jakarta, tvOnenews.com - Gejolak besar dikabarkan terjadi di internal Real Madrid pada era kepelatihan Xabi Alonso. Pelatih berusia 44 tahun itu disebut sempat meluapkan amarahnya kepada para pemain, bahkan menilai mereka berperilaku seperti berada di “tempat penitipan anak”.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi dalam sebuah sesi latihan pada awal November dan menjadi titik balik hubungan Alonso dengan skuadnya. Sejak momen itu, relasi sang pelatih dengan pemain disebut sudah berada di “titik kritis” jauh sebelum pemecatannya resmi diumumkan.
Alonso akhirnya diberhentikan pada hari Senin, hanya tujuh bulan setelah mulai menukangi Los Blancos. Keputusan itu diambil di tengah rumor kuat soal keretakan ruang ganti, meski Jude Bellingham dan Kylian Mbappe berupaya meredam isu dengan pernyataan bernada positif.
Menurut laporan media Spanyol MARCA, Alonso disebut sudah “mulai meninggalkan” Madrid secara emosional sejak November. Ucapannya kala itu digambarkan sebagai teriakan keputusasaan, kelelahan, dan hampir kebosanan karena pemain dinilai gagal memahami instruksi taktis.
Alonso disebut kesulitan menerapkan pressing agresif khas timnya di Bayer Leverkusen. Beberapa pemain elite Madrid bahkan menilai sesi taktik terlalu menuntut dan dipenuhi kelebihan informasi.
Situasi ruang ganti semakin panas dengan munculnya desas-desus tentang Alvaro Arbeloa yang kala itu sering terlihat dalam latihan tim utama. Arbeloa sendiri menjabat sebagai pelatih tim B dan namanya disebut-sebut jauh sebelum Alonso resmi diganti.
Di sisi lain, Alonso dikabarkan gagal meyakinkan bintang seperti Mbappe dan Vinicius Junior untuk sepenuhnya menerima etos kolektif. Madrid juga kehilangan kontrol lini tengah sepeninggal Toni Kroos dan Luka Modric.
Pemecatan Alonso terjadi kurang dari 24 jam setelah kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol di Jeddah. Salah satu momen yang mencerminkan rapuhnya otoritas Alonso muncul ketika Mbappe menolak melakukan penghormatan kepada Barcelona, hingga sang pelatih akhirnya mengalah.
Meski demikian, catatan Alonso sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Real Madrid masih bersaing di jalur juara LaLiga dan bertahan di peringkat ketujuh fase liga Liga Champions. (fan)